Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
UNTUK mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Provinsi Bangka Belitung, Polda Kepulauan Babel melaksanakan patroli udara dengan helikopter setiap hari. Kapolda Kepulauan Babel, Brigjen Istiono mengatakan pihaknya setiap hari melakukan pantauan udara untuk mengetahui titik-titik karhulta di Babel.
"Memang titik panas terpantau dari hotspot tapi kan itu belum tentu karhutla. Nah kita lakukan pantauan udara dengan helikopter, sebab dengan pantauan itu kita bisa memastikan titik karhutla," kata Kapolda, Kamis (15/8).
Selain melakukan pantauan udara, menurut Kapolda, telah diinstruksikan juga seluruh Polres jajaran untuk rutin melakukan pantauan di lokasi masing-masing dan melakukan pemadaman.
"Di titik-titik rawan karhutla, saya sudah perintahkan polres dan jajaran untuk memasang spanduk tanda larangan membakar hutan," terangnya.
Sementara, Kepala BPBD Babel. Mikron Antariksa mengatakan terpantau satelit ada 24 titik panas atau hotspot tersebar di Bangka 5 titik, Bangka Barat 6 titik, Bangka Selatan 7 titik, Bangka Tengah 4 titik dan Belitung Timur 2 titik.
baca juga: PDAM Klaten Imbau Masyarakat Bijaksana Gunakan Air
"Total 24 titik panas terpantau satelit, berada di 5 kabupaten di Babel dengan titik terbanyak ada di Bangka Selatan, sedangkan untuk tingkat akurasinya terendah 39% dan tertinggi 80%," ujarnya. (OL-3)
SEBANYAK 76 titik panas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terpantau satelit berada di Kabupaten Bangka Barat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Riau sejak 24 hingga 31 Agustus 2025.
Sebagai negara dengan area hutan yang didominasi oleh lahan gambut, komitmen pemerintah dalam melakukan upaya pencegahan dan mitigasi karhutla dinilai masih harus terus ditingkatkan.
Berdasarkan informasi, bibit kelapa sawit yang ditanami telah mencapai seluas 1 hektare (ha) di lokasi karhutla yang menghanguskan sekitar 50 ha lahan gambut.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Jambi selama 10 hari, sejak 10 hingga 19 Agustus 2025.
BNPB mencatat luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi prioritas tahun ini relatif kecil, hanya sekitar 3.000 hektare
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved