Kamis 15 Agustus 2019, 11:01 WIB

PDAM Klaten Imbau Masyarakat Bijaksana Gunakan Air

Djoko Sardjono | Nusantara
PDAM Klaten Imbau Masyarakat Bijaksana Gunakan Air

Mi/DJoko Sardjono
PDAM Tirta Merapi menyalurkan bantuan air bersih untuk masyarakat daerah kekeringan di Klaten, Kamis (15/8)

 

DEBIT sejumlah sumber air baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Merapi Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, terdampak kemarau. Meski tidak berpengaruh signifikan terhadap pelayanan pelanggan, PDAM Klaten mengimbau agar masyarakat bijaksana dalam menggunakan air. PDAM Tirta Merapi memanfaatkan sumber air baku dari sembilan mata air dan beberapa sumur dalam, dengan total produksi 516 liter per detik.

Pemanfaatan sumber air baku tersebut, sementara  untuk melayani sekitar 44.000 pelanggan di kota kabupaten dan sembilan ibukota kecamatan. Dirut PDAM Tirta Merapi, Irawan Margono menyebut pelayanan pelanggan tidak terganggu meski sumber mata air kini terdampak kemarau.

"Memang, debit sumber air turun kemarau ini. Tapi, tidak signifikan dan tidak sampai mengganggu pelayanan masyarakat pelanggan," ujar Irawan, Kamis (15/8).

Menurut Irawan, penurunan debit sumber air itu hanya 2%-3% pada kemarau. Sehingga, aliran air ke pelanggan saat ini masih lancar dan aman. Saat diminta konfirmasi, Kamis (15/8), ia menyatakan pelayanan air PDAM Tirta Merapi masih aman terkendali meski sumber air terdampak kemarau. Namun demikian, Irawan Margono mengimbau kepada instansi pemerintah dan masyarakat pelanggan bijaksana menggunakan air pada kemarau ini.

Sementara, PDAM Tirta Merapi juga menyalurkan  bantuan (dropping) air bersih ke daerah kekeringan, seperti di Kecamatan Bayat dan Karangdowo. Hingga pekan ini, bantuan yang didistribusikan untuk membantu daerah-daerah yang terdampak musim kemarau total sebanyak 60 tangki.

"Itu bantuan internal PDAM. Kemudian, dropping bersama instansi dan lembaga lain sebanyak 80 tangki untuk daerah kekeringan di Klaten," ujarnya.

baca juga: Karantina Tanjungbalai Musnahkan Daging Kerbau Dari India

Terkait, BPBD Klaten sejak 27 Mei lalu hingga saat ini telah menyalurkan bantuan air bersih ke 15 desa kekeringan di lima kecamatan total 289 tangki. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Sri Yuwana Haris, menyebut kondisi kekeringan terparah di Kecamatan Kemalang dan Kecamatan Jatinom. Di Kemalang, kekeringan merambah Desa Kendalsari, Sidorejo, Balerante, Tlogowatu, dan Tegalmulyo. Total bantuan air bersih sekitar 100 tangki.

Sedangkan di Jatinom, bantuan air yang disalurkan telah mencapai 130 tangki, yaitu untuk Desa Beteng, Bandungan, Socokangsi, dan Temuireng. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More