Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) terus terjadi di sejumlah wilayah. Pemprov Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur menyiapkan dua langkah strategis yang diharapkan mampu mengatasi dan mengurangi kejadian karhutla di daerah ini.
"Daerah ini memang rawan kebakaran hutan dan lahan, apalagi sebagain besar wilayah merupakan rumput ilalang dan bergambut, yang mudah terbakar. Sehingga kami telah menyiapkan dua langkah sebagai solusi untuk mengatasi hal ini, yaitu solusi jangka pendek dan jangka panjang," kata Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli, Senin (12/8).
Untuk jangka pendek, akan dilakukan penindakan tegas kepada pelaku pembakar hutan dan lahan.
"Kami akan selalu aktif memberikan himbauan mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga tingkat kabupaten, demi membangun kesadaran masyarakat untuk tidak membakar lahan dana membuang puntung rokok baik sengara sengaja atautun tidak disengaja. Jika ditemukan ulah pelaku, maka tindakan tegas akan kami ambil, tentunya berkoordinasi dengan kepolisian," kata Agus.
Sementara itu terkait solusi jangka panjang, Pemkab Flores Timur akan melakukan pemberdayaan hutan dan lahan yang sebagian besar adalah merupakan rumput ilalang. Sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan fungsi kontrol dan pengawasan oleh masyarakat.
baca juga: Sebanyak 22.388 Jiwa di Kabupaten Sukabumi Terdampak Kekeringan
"Terkait solusi jangka panjang ini, saya akan mengajak seluruh kepala desa memberdayakan hutan dan lahan tersebut dengan tanaman-tanaman yang bermanfaat karena hutan-hutan tersebut hanya ditumbuhi ilalang dan dan gambut. Daripada hutan ilalang dan gambut itu dibiarkan begitu saja, lebih baik dikelola masyarakat dengan tanaman-tanaman yang bermanfaat sehingga ada fungsi kontrol dan pengawasan masyarakat untuk mencegah terjadinya karhutla di tahun-tahun yang akan datang," pungkas Agus. (OL-3)
REGU pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Manggala Agni terus mengintensifkan upaya pemadaman di sejumlah titik api di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.
LUAS kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau pada periode Januari-Februari 2026 mencapai 4.400 hektare dan 94% di antaranya berada di lahan gambut (4.173,82 ha).
KABUT asap dilaporkan menyelimuti Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Rabu (11/3) pagi.
BMKG imbau waspada karhutla 2026 karena curah hujan di bawah rata-rata. Simak wilayah prioritas dan langkah mitigasi OMC dari BNPB dan Menhut.
Berdasarkan pantauan BMKG terdeteksi 206 titik panas akibat karhutla di sejumlah kabupaten di Kalimantan Barat.
Dari 11 daerah tersebut, total luasan Karhutla sebanyak 1.041,74 Hektare (Ha).
Awal 2026 yang seharusnya berada dalam periode musim hujan justru ditandai dengan lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di ekosistem gambut.
BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan titik panas di Provinsi Riau. Hingga Kamis pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot tercatat mencapai 160 titik
Patroli pencegahan telah mulai digencarkan, khususnya di Provinsi Riau, untuk mengantisipasi peningkatan kerawanan karhutla.
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
Gelombang panas ekstrem melanda tenggara Australia. Enam kebakaran besar berkobar di Victoria, suhu tembus 48,9 derajat Celcius.
Cile dilanda krisis kebakaran hutan hebat. 20 orang tewas dan kota-kota di wilayah selatan hangus. Warga sebut tragedi ini lebih buruk dari tsunami.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved