Headline
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) terus terjadi di sejumlah wilayah. Pemprov Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur menyiapkan dua langkah strategis yang diharapkan mampu mengatasi dan mengurangi kejadian karhutla di daerah ini.
"Daerah ini memang rawan kebakaran hutan dan lahan, apalagi sebagain besar wilayah merupakan rumput ilalang dan bergambut, yang mudah terbakar. Sehingga kami telah menyiapkan dua langkah sebagai solusi untuk mengatasi hal ini, yaitu solusi jangka pendek dan jangka panjang," kata Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli, Senin (12/8).
Untuk jangka pendek, akan dilakukan penindakan tegas kepada pelaku pembakar hutan dan lahan.
"Kami akan selalu aktif memberikan himbauan mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga tingkat kabupaten, demi membangun kesadaran masyarakat untuk tidak membakar lahan dana membuang puntung rokok baik sengara sengaja atautun tidak disengaja. Jika ditemukan ulah pelaku, maka tindakan tegas akan kami ambil, tentunya berkoordinasi dengan kepolisian," kata Agus.
Sementara itu terkait solusi jangka panjang, Pemkab Flores Timur akan melakukan pemberdayaan hutan dan lahan yang sebagian besar adalah merupakan rumput ilalang. Sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan fungsi kontrol dan pengawasan oleh masyarakat.
baca juga: Sebanyak 22.388 Jiwa di Kabupaten Sukabumi Terdampak Kekeringan
"Terkait solusi jangka panjang ini, saya akan mengajak seluruh kepala desa memberdayakan hutan dan lahan tersebut dengan tanaman-tanaman yang bermanfaat karena hutan-hutan tersebut hanya ditumbuhi ilalang dan dan gambut. Daripada hutan ilalang dan gambut itu dibiarkan begitu saja, lebih baik dikelola masyarakat dengan tanaman-tanaman yang bermanfaat sehingga ada fungsi kontrol dan pengawasan masyarakat untuk mencegah terjadinya karhutla di tahun-tahun yang akan datang," pungkas Agus. (OL-3)
SEBANYAK 76 titik panas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terpantau satelit berada di Kabupaten Bangka Barat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Riau sejak 24 hingga 31 Agustus 2025.
Sebagai negara dengan area hutan yang didominasi oleh lahan gambut, komitmen pemerintah dalam melakukan upaya pencegahan dan mitigasi karhutla dinilai masih harus terus ditingkatkan.
Berdasarkan informasi, bibit kelapa sawit yang ditanami telah mencapai seluas 1 hektare (ha) di lokasi karhutla yang menghanguskan sekitar 50 ha lahan gambut.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Jambi selama 10 hari, sejak 10 hingga 19 Agustus 2025.
BNPB mencatat luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi prioritas tahun ini relatif kecil, hanya sekitar 3.000 hektare
Pemerintah Spanyol menambah 500 pemadam kebakaran, menjadi total 1.900 orang untuk mengatasi kebakaran hutan. Korban jiwa bertambah menjadi empat orang.
Uni Eropa mengirimkan dua pesawat pemadam kebakaran ke Spanyol untuk membantu memadamkan kebakaran hutan.
Badan Keamanan dan Situasi Darurat Wilayah Otonomi Madrid menyatakan 180 orang dievakuasi akibat kebakaran hutan tersebut.
Gelombang panas mencapai 44°C melanda Eropa Selatan, memicu kebakaran hutan dan memaksa ribuan orang tinggalkan rumah.
Lebih dari seribu orang dievakuasi di Spanyol akibat kebakaran hutan yang terus meluas.
Kawasan bukit Corbières di Prancis selatan terbakar. Sekitar 8.000 lahan dilalap api, menutup akses jalan tol, dan melukai dua orang.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved