Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGIAN warga yang belum terjangkau jarigan distribusi perusahaan air minum di sejumlah daerah di Jambi mulai mengeluh kesulitan mendapatkan air bersih.
Pasalnya, sumur galian yang diandalkan sebagai sumber air mengering terdampak kemarau yang melanda Jambi belakangan ini.
Karena tidak ada alternaif lain, sebagian warga terpaksa mencari ke aliran sungai yang terdekat dari permukiman mereka. Kondisi tersebut terjadi di beberapa desa di Kabupaten Merangin, Sarolangun, Tebo, Kabupaten Batanghari dan Kabupaten Muarojambi.
"Sudah dua minggu nilah, sumur kami pada turun dak ado air. Terpakso cari air ke anak sungai yang masih ado airnyo. Habis basuh badan, kami bawalah air sedapatnya ke rumah," ujar Masduki, 50, warga Kota Bangko, Kabupaten Merangin.
Baca juga: Siswa SMP 6 Aesesa Harus Menimba Air Saat Di Sekolah
Hal serupa juga dialami sebagian warga beberapa kecamatan di Kabupaten Sarolangun. Namun, karena takut dengan pencemaran merkuri akibat penambangan emas tanpa izin di wilayah sungai, warga hanya menggunakan air sungai untuk mendi dan mencuci.
"Kalau untuk masak, pakai air galon lah," sebut Roni, warga Desa Pulau Bayo, Kecamatan Bathin VIII, Sarolangun.
Ketakutan serupa juga dialami warga di sepanjang bantaran sungai di bagian hilir Sungai Batanghari, seperti di beberapa desa Kabupaten Batanghari, dan Muarojambi. Air sungai yang mereka gunakan hanya sebatas untuk kebutuhan mandi dan mencuci. (A-4)
Selaras informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun 2026 di Jambi diperkirakan secara bertahap akan muncul pada bulan April.
Tradisi injak bumi atau turun tanah adalah kebiasaan turun temurun usai salat Idul Fitri untuk mendoakan dan mengenalkan langkah awal bayi.
Sebanyak 13 unit rumah toko di kawasan pasar setempat hangus dilalap api pada Jumat (13/3) dini hari.
Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan, agar mampu mandiri secara ekonomi serta memiliki kesempatan yang setara.
KEPOLISIAN Daerah Jambi berhasil mengagalkan perjalanan ribuan liter minyak solar bersubsidi asal Sumatra Barat.
KEPOLISIAN Daerah Jambi menyelidiki belasan ton bahan bakar minyak (BBM) diduga ilegal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved