Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

31 Bangunan di Cianjur Rusak Akibat Gempa Banten

Benny Bastiandy
05/8/2019 12:15
31 Bangunan di Cianjur Rusak Akibat Gempa Banten
Ilustrasi(Antara)

SEBANYAK 30 bangunan rumah dan 1 bangunan masjid di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terdata mengalami kerusakan akibat dampak getaran gempa 6,9 skala richter berpusat di Sumur, Banten, Jumat (2/8) malam. Lokasi bangunan rusak tersebar di 5 kecamatan.

"Pascagempa 6,9 skala richter, kami langsung mendata dampak yang ditimbulkan. Hasil pendataan hingga hari ini (Senin), ada 31 bangunan yang rusak akibat terdampak gempa," kata Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Sugeng Supriyatno kepada Media Indonesia, Senin (5/8).

Rincian kerusakan terdiri dari 1 rumah rusak berat, 7 rumah rusak sedang, dan 24 rusak ringan. Bangunan rumah rusak berat berada di Desa Cibadak Kecamatan Cibeber. Di Kecamatan Agrabinta terdapat 27 unit rumah rusak. Sebanyak 7 unit di antaranya rusak berat dan 20 rusak ringan. Di Kecamatan Pasirkuda terdapat 1 unit rumah rusak ringan, di Kecamatan Naringgul 1 unit rumah rusak ringan, dan di Kecamatan Campaka 1 masjid rusak ringan.

"Tapi ini laporannya masih sementara. Bisa jadi jumlahnya bertambah. Kami masih melakukan pendataan di lapangan," tuturnya.

Sugeng tak memungkiri, secara potensi, Kabupaten Cianjur termasuk salah satu wilayah rawan gempa vulkanik maupun tektonik. Apalagi berhitung dari indeks risiko, jenis bencana di Kabupaten Cianjur terbilang cukup komplit.

baca juga: Babel Alami Inflasi Daging Ayam dan Cabai

"Hampir semua bencana di Kabupaten Cianjur ada. Gempa bumi, tsunami, gunung berapi, longsor, banjir, pergerakan tanah, kekeringan, dan puting beliung," jelas dia.

Kabupaten Cianjur berada di wilayah Sesar (patahan) Cimandiri dan Sesar Lembang. Karena itu, kewaspadaan terhadap potensi kebencanaan harus terus ditingkatkan.

"Untuk antisipasi, kami sudah sering melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Termasuk memasang papan peringatan dan jalur-jalur evakuasi di wilayah-wilayah rawan," imbuhnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya