Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
HAMPIR seluruh wilayah di Jawa Tengah (Jateng) potensial mengalami kekeringan ektrem. Sebab, daerah-daerah tersebut tidak lagi ada hujan selama lebih dari 60 hari. Bahkan, ada tiga daerah yang lebih dari 90 hari tak ada hujan.
Pengamat cuaca BMKG Cilacap, Rendi Krisnawan, mengungkapkan di wilayah Jateng selatan, hampir seluruh kabupaten seperti Banyumas, Cilacap, Banjarnegara, Purbalingga dan Kebumen potensial mengalami kekeringan ekstrem.
Baca juga: Sampah Plastik Penuhi Sejumlah Pantai di Larantuka
"Memang tidak semuanya, hanya sejumlah wilayah. Misalnya untuk Cilacap yang potensial kekeringan ekstrem adalah Kroya, Jeriuklegi, Cipari, Wanareja, Majenang, Kesugihan, Kedungrejo, Kawunganten, Maos dan Cimanggu. Untuk Banyumas, misalnya ada di Danaraja, Gumelar, Lumbir, Banyumas, Arcawinangun, Bojongsari, Piasa Kulon, Purwojati dan Samudera," jelas Rendi, mengutip prakiraan yang dikeluarkan oleh BMKG Semarang, Jumat (2/8).
Menurutnya, ada tiga daerah yang sudah lebih dari 90 hari tidak turun hujan, yakni di Cokrotulung, Klaten dengan lama 97 hari, kemudian Pracimantoro, Wonogiri 94 hari, dan Ngrajeg, Magelang selama 93 hari.
"Kalau secara umum, untuk evaluasi satu dasarian atau 10 hari terakhir bulan Juli hampir seluruh daerah curah hujannya rendah, tercatat hanya 0-10 mm. Ada sebagian daerah di Batang yang mencapai 11-50 mm," ujarnya.
Baca juga: Mendekati Idul Adha, Harga Kambing Semakin Melonjak
Dijelaskan oleh Rendi, prakiraan curah hujan selama bulan Agustus juga masih rendah. Pada umumnya, mulai dasarian I Agustus hingga dasarian I September, rata-rata curah hujan diperkirakan masih rendah, hanya di bawah 10 mm.
"Oleh karena itu, kami mengimbau kepada warga untuk tetap berhemat air. Demikian juga kepada pemkab, kemungkinan kekeringan masih akan terus terjadi sehingga suplai air bersih tetap berjalan," katanya. (OL-6)
Capaian ini sekaligus mencatatkan Jawa Tengah sebagai daerah dengan serapan tenaga kerja tertinggi kedua di Pulau Jawa,
Kesenjangan akses medis antara kota dan desa harus segera diakhiri melalui jemput bola pelayanan.
Strategi penanganan dilakukan melalui skema peningkatan hingga rehabilitasi rutin untuk menjaga konektivitas antarwilayah.
Hingga Oktober 2025, kerusakan kawasan konservasi akibat tambang ilegal telah mencapai 409 hektare.
Tol Kanci-Pejagan, tercatat sebanyak 3.465 kendaraan melintas keluar tol sejak pukul 00.00 hingga pukul 08.00 WIB pagi tadi.
Prestasi gemilang tersebut dinilai menjadi bagian krusial dari keberhasilan kontingen Indonesia dalam mempertahankan posisi teratas pada pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved