Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
HAMPIR seluruh wilayah di Jawa Tengah (Jateng) potensial mengalami kekeringan ektrem. Sebab, daerah-daerah tersebut tidak lagi ada hujan selama lebih dari 60 hari. Bahkan, ada tiga daerah yang lebih dari 90 hari tak ada hujan.
Pengamat cuaca BMKG Cilacap, Rendi Krisnawan, mengungkapkan di wilayah Jateng selatan, hampir seluruh kabupaten seperti Banyumas, Cilacap, Banjarnegara, Purbalingga dan Kebumen potensial mengalami kekeringan ekstrem.
Baca juga: Sampah Plastik Penuhi Sejumlah Pantai di Larantuka
"Memang tidak semuanya, hanya sejumlah wilayah. Misalnya untuk Cilacap yang potensial kekeringan ekstrem adalah Kroya, Jeriuklegi, Cipari, Wanareja, Majenang, Kesugihan, Kedungrejo, Kawunganten, Maos dan Cimanggu. Untuk Banyumas, misalnya ada di Danaraja, Gumelar, Lumbir, Banyumas, Arcawinangun, Bojongsari, Piasa Kulon, Purwojati dan Samudera," jelas Rendi, mengutip prakiraan yang dikeluarkan oleh BMKG Semarang, Jumat (2/8).
Menurutnya, ada tiga daerah yang sudah lebih dari 90 hari tidak turun hujan, yakni di Cokrotulung, Klaten dengan lama 97 hari, kemudian Pracimantoro, Wonogiri 94 hari, dan Ngrajeg, Magelang selama 93 hari.
"Kalau secara umum, untuk evaluasi satu dasarian atau 10 hari terakhir bulan Juli hampir seluruh daerah curah hujannya rendah, tercatat hanya 0-10 mm. Ada sebagian daerah di Batang yang mencapai 11-50 mm," ujarnya.
Baca juga: Mendekati Idul Adha, Harga Kambing Semakin Melonjak
Dijelaskan oleh Rendi, prakiraan curah hujan selama bulan Agustus juga masih rendah. Pada umumnya, mulai dasarian I Agustus hingga dasarian I September, rata-rata curah hujan diperkirakan masih rendah, hanya di bawah 10 mm.
"Oleh karena itu, kami mengimbau kepada warga untuk tetap berhemat air. Demikian juga kepada pemkab, kemungkinan kekeringan masih akan terus terjadi sehingga suplai air bersih tetap berjalan," katanya. (OL-6)
GUBERNUR Jawa Tengah Ahmad Luthfi menghadirkan langsung pimpinan KPK untuk memberikan arahan dan pembekalan kepada para kepala daerah dan DPRD di wilayahnya.
Akan tetapi, katanya, mulai Kamis ini, kondisi atmosfer menunjukkan peningkatan pertumbuhan awan yang berpotensi memicu hujan di wilayah Cilacap dan sekitarnya.
SEJUMLAH pemudik Lebaran 2026 yang pulang ke Jawa Tengah (Jateng) mengaku merasakan hasil geliat pembangunan yang ada di provinsi ini.
KAPOLDA Jawa Tengah (Jateng), Ribut Hari Wibowo, memastikan situasi keamanan dan ketertiban selama libur Lebaran 2026 di wilayahnya hingga saat ini terpantau aman dan kondusif.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Jawa Tengah akan lebih kering (di bawah normal). Cek jadwal awal kemarau dan puncak kekeringan di wilayah Anda.
Dishub Jateng membuka posko mudik terpadu yang memantau arus mudik dan balik Lebaran 2026 melalui CCTV 24 jam di titik rawan macet.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved