Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA garam di tingkat petani dan pengecer di Palu, Sulawesi Tengah, tiga bulan terakhir jatuh ke level terendah. Hal ini disebabkan karena panjangnya musim kemarau.
Salah satu petani garam di Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Amran Sahura ,60, mengaku, anjloknya harga garam sudah tiga bulan terjadi.
Hal ini, menurutnya, dikarenakan melimpahnya hasil panen sejumlah petani.
“Begini sudah, kalau hasil panen melimpah pasti harga anjlok,” terang Amran.
Dia menjelaskan, harga garam saat ini Rp150 ribu per karung isi 50 kilogram untuk kualitas bagus.
Baca juga : Derita Petani Garam akibat Cuaca dan Impor
Sedangkan harga garam dengan kualitas kurang bagus isi 50 kilo gram Rp75 ribu.
“Untuk harga normal atau sebelum anjlok, rata-rata Rp250 ribu per karung untuk yang bagus, sedangkan yang tidak bagus Rp150 ribu per karung,” imbuh Amran.
Di sisi lain, Roni Dahli ,56, menyebutkan, tiga bulan terakhir hasil panen petani garam di Talise memang sangat melimpah.
Namun, imbasnya justru membuat harga garam terus turun.
“Penyebabnya karena kemarau ini. Kalau panas panjang kan bagus panen, stok melimpah. Tapi belum menjamin di harga,” sambungnya.
Salah satu pengecer H Masniar menambahkan, turunnya harga jual garam bukan hanya terjadi di tingkat petani, namun juga hingga ke pengecer.
Menurutnya, saat ini pengecer lebih banyak menjual garam dengan hara murah.
“Sekarang per liter Rp7 ribu, biasanya Rp10 ribu. Sudah turun begini harga, pembeli juga sepi,” tandasnya.
Berdasarkan laporan BMKG Stasiun Meteorologi, salah satu faktor penyebab kemarau adalah fenomena El Nino yang merupakan fenomena memanasnya suhu muka laut di Samudera Pasifik bagian tengah hingga timur.
Dan dampak dari El Nino yang terjadi di sejumlah daerah Indonesia adalah kondisi kering dan berkurangnya curah hujan. (OL-7)
SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama tikus yang semakin masif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa para petani mengambil langkah ekstrem.
Mak Comblang Project, sebuah inisiatif yang bertujuan mempertemukan langsung petani dengan dapur MBG.
Kehadiran personel TNI dan dukungan pemerintah provinsi memberikan suntikan semangat baru bagi petani serta pemerintah daerah, terutama di tengah tantangan keterbatasan fiskal.
Kementan memulai tahap rehabilitasi lahan sawah pascabencana di sejumlah wilayah Sumatra.
KENAIKAN Nilai Tukar Petani (NTP) periode 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) dinilai tidak langsung cerminkan petani semakin sejahtera.
Pupuk bersubsidi kini lebih murah dan mudah ditebus. HET turun 20%, petani Garut sudah bisa tebus pupuk sejak awal 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved