Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
TINGGINYA angka stunting mendorong ratusan kepala desa yang tersebar di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur membuat kesepakatan untuk mengalokasikan sebagagian anggaran untuk mengatasi masalah stunting di daerah ini. Dalam kesepakatan tersebut, ratusan kades menyatakan kesiapan untuk menyiapkan 20% dana desa guna mendukung gempurstunting yang cukup tinggi di daerah ini.
Kasubag Publikasi dan Dokumentasi Humas Flores Timur, M. Tribudi saat dikonfirmasi Kamis (1/8) membenarkan bahwa kesepakatan kades ini tertuang dalam kegiatan rembuk stunting yang digelar Pemkab Flores Timur belum lama ini.
"Memang benar, beberapa waktu lalu sudah disepakati oleh para kepala desa di Flores Timur untuk menyiapkan anggaran dana desa untuk masalah stunting di daerah ini. Kesepatan itu disampaikan saat menghadiri kegiatan rembuk stunting, publikasi rencana kerja pencegahan penanggulangan stunting terintegrasi, yang digelar Pemda Flotim beberapa waktu lalu," kata Tribudi.
Tidak hanya para kades, para camat dan pimpinan OPD se-Pemkab Flores Timur juga menyediakan dananya untuk program gempur penuntasan stunting di daerah ini.
Terpisah sejumlah kepala desa saat ditemui Kamis (1/8), telah menyatakan kesanggupan untuk menyiapkan anggaran khusus untuk masalah stunting di desa masing-masing.
"Untuk desa kami, kami telah menyiapkan pos anggaran dari dana desa sebesar Rp70 juta rupiah untuk penanggulangan masalah stunting di desa kami. Juga meningkatkan pelayanan kesehatan dan penyaluran makanan bergizi bagi pasien stunting," ujar Kepala Desa Aransina Lambertus Koten.
Hal yang sama pun disampaikan kepala Desa Patisirawalang, Siprianus Belen yang mengakui sudah melakukan rapat bersama seluruh perangkat desa dan tim medis di desa untuk sama-sama berupaya menekan angka stunting di desa mereka. Sekaligus sudah mengalokasikan anggara sekitar Rp20 juta bagi 14 anak stunting di desa mereka.
baca juga: Jokowi Disambut Meriah di Pasar Onan Baru Panguruan
Menanggapi hal itu, Bupati Flores Timur, Antonius Gege Hadjon saat tatap muka bersama kepala desa, meminta keseriusan setiap desa untuk memanfaaatkan dana desa sebaik-baiknya bagi kehidupan dan kesehatan warga desa, terutama dalam memerangi stunting yang cukup tinggi di Flores Timur.
Data Dinas Kesehatan Flores Timur mencatat mencatat terjadi peningkatan kasus stunting sebesar 44% pada 2018. Dan data terakhir Januari hingga April 2019, sudah sekitar 26% bayi dan balita mengalami stunting. Artinya belum setahun sudah ada lebih dari 6 ribu bayi dan balita mengalami stunting.
Masih tingginya kasus anemia akibat kekurangan zat besi pada anak Indonesia menjadi tantangan menuju Generasi Emas 2045.
BADAN Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui program Rumah Sehat BAZNAS Berau mengadakan program layanan pencegahan stunting dan upaya kesehatan kaise (UKK).
Keberhasilan Sergai dalam menurunkan angka stunting secara signifikan menjadi tolok ukur untuk pencapaian angka nol persen.
Menteri Wihaji menambahkan bahwa saat ini terdapat sekitar 15 ribu orangtua asuh yang siap diturunkan untuk mendukung program super prioritas di lapangan.
Turunnya angka stunting tak terlepas dari peran lintas sektor. Sebab, penanganan stunting tak bisa hanya dilakukan Dinas Kesehatan.
Anggota DPRD DKI Jakarta, Alia Noorayu Laksono, menyoroti minimnya dukungan Pemprov terhadap kader posyandu.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved