Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Plaza Jokowi Dibangun di Tahura Sultan Adam

Denny Susanto
31/7/2019 09:29
Plaza Jokowi Dibangun di Tahura Sultan Adam
Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor menanam pohon di Miniatur Hutan Hujan Tropis.(MI/Denny Susanto )

PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) membangun fasilitas ruang terbuka serbaguna yang disebut Plaza Jokowi di kawasan Taman Hutan Raya Sultan Adam Kabupaten Banjar. Pembangunan Plaza Jokowi sebagai bentuk penghargaan kepada presiden atas perhatiannya dalam pembangunan bidang kehutanan di Kalsel.

Plaza Jokowi dibangun di daerah dataran tinggi kawasan Tahura Sultan berdekatan dengan lokasi bersejarah benteng dan kolam pemandian peninggalan Belanda. Lokasi tersebut juga tempat presiden dan istri menanam pohon Gaharu tanaman khas Kalimantan yang menjadi bagian kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan di Kalsel.

Peletakan batu pertama pembangunan Plaza Jokowi dilakukan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar. Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq, Rabu (31/7), mengatakan plaza Jokowi dibangun sebagai apresiasi kepada presiden yang mendukung upaya pembangunan bidang kehutanan serta pemulihan kerusakan lingkungan.

"Ini bentuk apresiasi kita pada presiden disamping penambahan fasilitas wisata alam di kawasan Tahura Sultan Adam," tuturnya.

Ditambahkan Hanif, saat ini pihak pengelola UPT Tahura Sultan Adam terus membangun beragam fasilitas untuk kepariwisataan dan konservasi seperti pembangunan kembali benteng peninggalan Belanda menjadi villa maupun fasilitas lainnya. Menteri LHK, Siti Nurbaya menyatakan kekagumannya dengan keindahan alam kawasan Tahura Sultan Adam. Menurutnya dengan pengelolaan yang baik kawasan yang juga menjadi salah satu titik geosite di Kalsel ini akan menjadi obyek wisata menarik.

"Plaza Jokowi ini nantinya bisa dijadikan tempat berbagai kegiatan seperti festival musik jazz, kegiatan berkaitan dengan pendidikan dan banyak lagi," ujar menteri sembari berharap agar kawasan Tahura dapat dijaga bersama dan jangan sampai terjadi kebakaran hutan dan lahan.

Pada bagian lain Menteri LHK juga memberikan apresiasi komitmen Kalsel dalam pembangunan bidang kehutanan. Salah satunya adalah pembangunan hutan kota tematik yang disebut Miniatur Hutan Hujan Tropis seluas 90 hektar di kawasan perkantoran Pemprov Kalsel.

Menurutnya keberadaan Miniatur Hutan Hujan Tropis ini merupakan yang kedua setelah Brazil. Kementerian LHK sendiri menargetkan pembangunan hutan kota hingga 10% di tiap kota di Indonesia. Sejak 2017, Kementerian LHK telah membangun 923 hektar hutan kota di berbagai daerah.

"Tahun ini kita berharap daerah dapat secara mandiri membangun hutan kota dengan luas 10% dari luas wilayahnya," ujarnya.

baca juga: Dua Penambang Timah Tertimbun Longsoran

Keberadaan hutan kota menurut Siti dapat menurunkan tingkat pencemaran udara, membantu penurunan suhu panas, mencegah bencana banjir, longsor, interusi air laut, perubahan iklim maupun sarana edukasi publik. Sementara Sekretaris Daerah Kalsel, Abdul Haris Makkie mengatakan Pemprov Kalsel menargetkan pembangunan 70 ribu hektar hutan kota di 13 kabupaten/kota sebagai bagian menjadikan Kalsel sebagai paru-paru dunia. (OL-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya