Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
GANGGUAN orangutan kembali terjadi di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, bahkan satwa dilindungi itu merusak kebun nanas milik warga.
"Orangutan itu diduga kelaparan karena cadangan makanan di habitat aslinya makin sulit didapat sehingga dia mencari makanan hingga ke kebun warga," kata Komandan Pos Jaga Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sampit, Muriansyah, di Sampit, Selasa (30/7).
BKSDA menerima laporan dari seorang warga bernama Sadinus yang menyebutkan ada orangutan terlihat di kebunnya di Jalan Tjilik Riwut 5 Kelurahan Baamang Hulu Kecamatan Baamang. Satwa langka dengan nama latin pongo pygmaeus itu merusak nanas di kebun warga setempat.
Warga melapor ke BKSDA karena khawatir orangutan dewasa diperkirakan berjenis kelamin jantan itu kembali muncul dan menyerang mereka. Warga berharap satwa langka itu dievakuasi ke habitat aslinya sehingga tidak lagi merusak kebun warga.
Menindaklanjuti laporan itu, Muriansyah bersama anggotanya mendatangi lokasi pada pagi dan sore hari. Mereka memeriksa di sekitar lokasi tempat orangutan itu sempat terlihat.
Tim tidak melihat keberadaan orangutan tersebut. Namun tim meyakini memang ada orangutan di kawasan itu seperti yang dilaporkan warga setempat.
Baca juga: Akibat Kemarau Angkutan Sungai Ke Pedalaman Terhambat
"Kami menemukan ada dua sarang orangutan. Di kawasan itu terdapat tanaman buah nanas, pohon karet, semak belukar dan pohon buah. Sumber makanan itulah yang diincar orangutan tersebut," kata Muriansyah.
Beberapa hari terakhir, BKSDA menerima sejumlah laporan kemunculan satwa dilindungi. Warga pun mulai khawatir jika satwa liar itu menyerang manusia.
Pekan lalu, BKSDA meninjau hutan di Desa Telaga Baru Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, tempat dilaporkan sempat terlihat puluhan bekantan (nasalis larvatus) masuk ke kebun warga. Saat tim ke lokasi, satwa jenis kera dilindungi dengan ciri khas hidung panjang itu
tidak terlihat.
Satwa liar mulai menyasar kawasan lahan pertanian dan permukiman warga karena cadangan di habitatnya makin berkurang. Berbagai faktor bisa menjadi penyebabnya, seperti konversi lahan untuk pertanian, pertambangan atau permukiman, serta bisa pula dampak penebangan liar dan kebakaran hutan dan lahan.
"Kami imbau masyarakat segera melaporkan jika melihat kemunculan satwa dilindungi seperti orangutan, bekantan, beruang dan lainnya. Masyarakat diminta tidak memburu atau membunuh satwa dilindungi tersebut karena berbahaya dan melanggar aturan," ujarnya. (OL-1)
Ancaman pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 200.000.000,- dan paling banyak Rp 5.000.000.000.
Kepolisian Riau memeriksa 40 saksi dalam kasus gajah mati tanpa kepala di konsesi PT Riau Andalan Pulp and Paper, Pelalawan. Dugaan kuat akibat tembakan senjata api.
KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus perburuan ilegal satwa dilindungi di kawasan Taman Nasional (TN) Komodo.
Populasi satwa dilindungi di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), seperti macan tutul jawa, elang jawa, dan owa jawa, semakin terancam punah.
Ditpolairud Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil menyelamatkan dua ekor penyu laut dilindungi dari upaya perburuan di perairan Desa Henga, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka.
Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menjaga kelestarian spesies satwa Indonesia yang sudah terancam punah di alam.
Pengaruh bibit siklon tropis, sistem tekanan rendah, serta sirkulasi siklonik memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan di berbagai kawasan.
Hujan petir berpotensi terjadi di Kepulauan Riau dan Kalimantan Selatan. Selain itu, perlu diwaspadai udara kabur di Kalimantan Barat dan Papua Pegunungan
Douglas Soledo, jantan berusia 17 tahun, dan Robina, betina berusia 25 tahun telah melalui proses rehabilitasi panjang sebelum akhirnya dinyatakan siap kembali ke alam liar.
Fokus utama program ini adalah memutus rantai keterbatasan akses dengan menyediakan beasiswa prestasi dan pembiayaan studi profesi bagi para guru.
"Kami bukan menghadirkan cerita dari point of view (pov) korban makhluk mistis itu, melainkan kami angkat folklore sebagai akar dari Kuyang dengan emosi yang universal,"
MG resmikan dealer di Pontianak. Ini dealer kedua MG di Pulau Kalimantan sebagai perluasan layanan penjualan dan purnajual di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved