Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan sumber daya, baik personel dan bantuan logistik, untuk percepatan penanganan pascagempa magnitudo 7,2 di Halmahera Selatan, Maluku Utara. Pagi ini (18/7) Kepala BNPB Doni Monardo menuju ke Ternate dan selanjutnya menggunakan heli ke lokasi terdampak. Merespons kejadian ini pemerintah daerah setempat, BNPB, dan multi pihak terus melalukan upaya penanganan darurat bencana.
Plh. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo dalam keterangan resminya mengatakan kaji cepat masih berlangsung, khususnya ke wilayah desa yang belum terjangkau. Demikian juga distribusi logistik bantuan kepada warga terdampak.
"BNPB memobilisasi bantuan logistik dan peralatan dari Ternate menuju Sofifi dan berlanjut ke Saketa. Upaya penanganan selama masa tanggap darurat di bawah kendali pos komando," terang Agus Wibowo, Kamis (18/7).
Dari laporan Tim Reaksi Cepat BNPB disebutkan kendala di lapangan berupa ketersediaan BBM, akses dan jaringan komunikasi di beberapa desa, tenaga medis dan trauma healing, dan alat angkut distribusi bantuan. Di sisi lain, kebutuhan mendesak selama keadaan darurat antara lain terpal, selimut, tikar, air minum, makanan siap saji, dan pakaian anak.
Untuk merespons kebutuhan masyarakat terdampak gempa, BNPB mengerahkan helikopter Mi-8 untuk mendistribusikan logistik. Bantuan yang dimobilisasi adalah perlengkapan sekolah, matras, tikar, sandang, paket perlengkapan keluarga, selimut, tenda gulung, lauk pauk, makanan siap saji, paket perlengkapan bayi, paket kebersihan keluarga, paket rekreasional, sarung dan karung.
Sementara itu, sebanyak 1.061 rumah mengalami rusak berat (RB) pascagempa M 7,2 pada Minggu lalu (14/7) yang mengguncang Halmahera Selatan. Sedikitnya 78 fasilitas umum (fasum) di kabupaten ini juga terdampak dengan kategori rusak berat.
Data BPBD Provinsi Maluku Utara hingga 17 Juli 2019 mencatat rumah rusak berat sebanyak 1.061 unit, rusak sedang 1.412 unit. Sedangkan fasum rusak berat 78 dan rusak ringan 39 unit. Kerusakan terbesar berada di Kecamatan Gane Barat Selatan dengan 542 unit rusak berat, Kepulauan Joronga 287, Gane Barat 203, Gane Timur Selatan 116, Bacan Timur Tengah 72, Bacan Timur Selatan 8, dan Bacan Timur 2.
BPBD mencatat 73 desa di 11 kecamatan terdampak akibat gempa yang terjadi pada pukul 16.10 WIB tersebut. Tidak hanya kerusakan, tetapi juga korban meninggal dunia, luka-luka maupun pengungsian. Ke-11 kecamatan tadi adalah Bacan, Bacan Timur, Bacan Timur Tengah, Bacan Timur Selatan, Gane Barat Selatan, Gane Barat, Bacan Barat, Gane Barat Utara, Kepulauan Joronga dan Gane Timur Tengah. Hanya Kecamatan Bacan Barat yang teridentifikasi terdampak minor yaitu 3 unit fasum rusak berat.
baca juga: Kebijakan Eks Wali Kota Makassar Dianulir
Jumlah warga yang mengungsi per 17 Juli sebanyak 13.250 kepala keluarga atau 53.076 jiwa, dan tersebar di 10 kecamatan. Sementara korban luka berat sebanyak 32 orang, luka ringan 97 orang dan korban meninggal dunia lima orang. Yakni Saimah Mustafa, 90 warga Desa Nyofifi, Bacan timur, Aasfar Mukmat, 25 warga Desa Gane Dalam, Gane Barat Selatan, Aina Amin, 58 warga Desa Gane Luar, Gane Timur Selatan, Biji Siang Kale, 63 warga Desa Gane Luar, Gane Timur Selatan, dan Sagaf Girato, 50 warga Desa Yomen, Jorangga. (OL-3)
Menurut BMKG, gempa Sukabumi itu berada di 7.62 LS dan 106.41 BT, 71 kilometer dari barat daya Kabupaten Sukabumi, atau tepatnya ada di 26 kilometer laut.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah 94 kilometer tenggara Kabupaten Simeulue pada Senin, 3 Maret 2026, pukul 11.56.45 WIB.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,0 mengguncang wilayah barat laut Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku, pada Selasa pukul 00.40 WIB.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,0 mengguncang wilayah barat daya Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat.
Ilmuwan Kyoto University temukan mekanisme unik bagaimana aktivitas matahari memengaruhi kerak bumi melalui ionosfer. Mungkinkah badai matahari memicu gempa?
Gempa bumi tektonik yang terjadi pada Senin dini hari pukul 01.57.46 WITA di wilayah utara Sabah, Malaysia, dipastikan tidak berpotensi tsunami bagi Kalimantan Utara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved