Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Sejumlah Wilayah di Indramayu Berpotensi Alami Kekeringan Ekstrem

Nurul Hidayah
03/7/2019 16:17
Sejumlah Wilayah di Indramayu Berpotensi Alami Kekeringan Ekstrem
Petani berjalan di areal embung yang mengering di Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Jumat (28/6/2019).(Antara)

Kekeringan ekstrem berpotensi terjadi di sejumlah daerah di Kabupaten Indramayu. Pengiriman air bersih juga sudah mulai dilakukan.

Prakirawan pada BMKG Stasiun Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Ahmad Faa Izyn menjelaskan, jika berdasarkan peta prakiraan curah hujan Dasarian II Juli 2019 di Jabar, curah hujan dengan kriteria rendah berpeluang mendominasi seluruh wilayah di Jawa Barat.

''Diprakirakan lebih dari 90% wilayah di Jawa Barat peluang curah hujannya masuk kriteria rendah,'' ungkap Faiz, Rabu (3/7). Ini berarti curah hujan yang terjadi kurang dari 50 mm.

Karena itu, lanjut Faiz, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini kekeringan per 30 Juni 2019 untuk daerah-daerah yang tidak mengalami hujan berturut-turut lebih dari 60 hari. Khusus di wilayah Cirebon, daerah yang berpotensi mengalami kondisi tidak hujan lebih dari 60 hari
ada di Indramayu barat bagian selatan seperti di Gantar, Bantar, Bantarhuni, Cipancuh, dan Temiyang.

''Daerah-daerah tersebut berpotensi mengalami kekeringan ekstrem,'' kata Faiz lebih lanjut. Selain di Indramayu, potensi kekeringan ekstrem juga terjadi di Lemahabang dan Pebayuran di Kabupaten Bekasi serta di Pasir Ukem dan Pataruman di Kabupaten Karawang.

 

Baca juga: 76.482 Penduduk Klaten Terancam Kekeringan

 

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Indramayu, Edi Kusdiana, mengatakan jika saat ini kekeringan memang tengah melanda wilayah Kabupaten Indramayu. Bahkan pihaknya telah menyalurkan bantuan air bersih di dua desa yang saat ini telah mengalami krisis air bersih. ''Yaitu di Desa Limbangan, Kecamatan Juntinyuat dan di Desa Krangkeng,'' tambah Edi.

Setiap desa mendapatkan 6 tangki air dengan kapasitas 8 ribu liter. Sehingga total 28 ribu liter air bersih yang sudah dikirimkan BPBD Indramayu untuk mengatasi krisis air bersih.

Selanjutnya untuk desa lainnya yang mengalami krisis air bersih, diminta untuk melayangkan surat permintaan air bersih. Edi mengaku pihaknya siap mengirimkan bantuan air bersih yang diminta warga. (UL/OL-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya