Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Hanya Satu Pekerja Tewas di Pabrik Mancis Terdaftar Peserta BPJS

Yoseph Pencawan
21/6/2019 22:55
Hanya Satu Pekerja Tewas di Pabrik Mancis Terdaftar Peserta BPJS
Petugas kepolisian melakukan identifikasi lokasi kebakaran pabrik korek api di Desa Sambirejo Kecamatan Binjai Kabupaten Langkat( ANTARA FOTO/HO/SP/aww.)

HANYA satu dari para buruh yang tewas pada kebakaran pabrik mancis (pemantik api) di Jalan Tengku Amir Hamzah, Desa Sambirejo, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, Jumat (21/6) siang, yang terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Direktur Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kementerian Ketenagakerjaan, Wahyu Widodo, ketika dihubungi di Jakarta, Jumat malam, mengatakan dari laporan yang diterima, 28 yang tewas, termasuk anak-anak, dan empat selamat.  

"Seluruh mayat dibawa ke RS Bhayangkara Medan," kata Wahyu.    

Sejumlah 27 pekerja, dilaporkan terdaftar atas nama PT Kiat Unggul, tetapi dengan status perusahaan daftar sebagian tenaga kerja (PDSTK) dan 25 direncanakan akan didaftarkan ke Kantor Cabang BPJS-TK terdekat.

Dalam kasus kecelakaan kerja dan kematian, dimana perusahaan abai melindungi pekerja maka perusahaan wajib mengobati dan memberi santunan kepada ahli waris, minimal sebesar yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan, yakni 48 kali gaji bulanan plus biaya pemakaman    
Suryadi, seorang saksi yang mengantarkan korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan, mengatakan hanya empat orang pekerja yang selamat dalam peristiwa kebakaran menjelang salat Jumat pukul 12.00 WIB tersebut.  


Baca juga: Polisi Amankan Penanggung Jawab Pabrik Mancis di Langkat


Ia mengatakan pekerja pabrik pemantik api sebagian meninggal dunia karena terjebak di dalam bangunan pabrik yang terbakar.   

"Waktu kebakaran itu kondisi pintu depan (pabrik) terkunci, yang buka hanya pintu belakang, sedangkan sumber kebakaran dari arah belakang," kata Suryadi.  

Semua korban diperkirakan perempuan, karena pekerjanya memang perempuan semua.  

Menurut data korban kebakaran yang dipajang di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, di antara perempuan-perempuan yang meninggal dunia akibat kebakaran itu ada lima anak.

Korban kebakaran menurut data tersebut kebanyakan beralamat di Desa Sambirejo, serta beberapa di Desa Selayang Mancang, dan Kwala Begumit. (Ant/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya