Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Perhubungan menurunkan tim khusus untuk mengawasi dengan ketat keselamatan pelayaran di Ambon dan Pulau Selayar, Sulawesi Selatan, setelah sebelumnya pihaknya menurunkan tim khusus di Danau Toba.
“Selain di Danau Toba, saya juga juga telah menugaskan jajaran untuk turun langsung ke Ambon dan Pulau Selayar," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam keterangan tertulis, Kamis (6/6).
Dirinya menyatakan ketiga daerah tersebut merupakan tempat yang banyak digunakan melayani pelayaran rakyat pada hari-hari besar seperti Idul Fitri dan hari besar lainnya. Untuk itu, diperlukan pengawasan yang ekstra ketat.
“Ini merupakan bentuk antisipasi kami untuk mencegah terjadinya accident yang tidak kita inginkan,” ungkap Budi Karya.
Baca juga: KMP Persada Mutiawa II Kandas di Pelabuhan Bakauheni
Pengawasan yang akan dilakukan oleh tim tersebut antara lain, memastikan manifest penumpang sesuai, jumlah manifest tidak melebihi kapasitas yang ditentukan, mengecek kelengkapan surat atau buku pelaut Nakhoda dan awak kapal, memastikan adanya alat-alat keselamatan seperti pelampung, dan juga mengajak Bupati setempat dan Pemerintah Daerah untuk ikut serta memperhatikan dan mengawasi.
Dalam Tim khusus tersebut, Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Logistik, Multimoda dan Keselamatan Perhubungan Kemenhub Cris Kuntadi bertindak sebagai Ketua Tim Pemantauan Transportasi Penyeberangan di Ambon.
Sementara Ketua Tim di Pulau Selayar yaitu Staff Ahli Menhub Bidang Teknologi, Lingkungan, dan Energi Prasetyo Boeditjahjono.
Sedangkan sebelumnya, telah diterjunkan Staff Ahli Menhub Bidang Hukum dan Reformasi Birokrasi Perhubungan Umar Aris sebagai Ketua Tim di Danau Toba.
Pada penyelenggaraan Angkutan Lebaran tahun ini, Kemenhub bekerja sama dengan stakeholder terkait telah melakukan serangkaian ramp check kelaikan kapal-kapal penyeberangan
Di samping itu, pihak Kemenhub juga melakukan pengecekan terhadap kelengkapan alat-alat keselamatan seperti pelampung dan juga pengecekan kesehatan dan kelengkapan administrasi para nakhoda dan awak kapal. (OL-2)
Seluruh sertifikat kesehatan awak pesawat tersebut masih berlaku pada saat kejadian.
Ahmad Safei meminta Kementerian Perhubungan bersama Basarnas, TNI, dan Polri untuk segera melakukan pencarian korban hilangnya pesawat ATR 42-500
Pemerintah telah membuka Crisis Center di Bandara Sultan Hasanuddin untuk memberikan pendampingan kepada keluarga.
Pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya, sehingga Air Traffic Control (ATC) memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi.
Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar telah melakukan persiapan pembukaan Crisis Center di Terminal Keberangkatan sebagai pusat koordinasi informasi.
Keputusan tersebut diambil setelah terjadinya kecelakaan maut bus di Tol Krapyak, Semarang, yang menewaskan 16 penumpang pada Desember 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved