Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
GUNA mencetak generasi muda yang berkarakter jujur dan antikorupsi, Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten meluncurkan program Buku Matur Jujur
Untuk siswa SD dan SMP di Klaten. Program buku tersebut diluncurkan oleh Bupati Klaten Sri Mulyani di GOR Gelarsena, Kamis (2/5). Acara ini dihadiri Forkompinda, Sekda Klaten, Staf Ahli Bupati, serta para kepala SD dan SMP.
Pelaksanaka Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Klaten, Sri Nugroho, melaporkan sebanyak 141.867 siswa SD dan SMP negeri di Klaten akan mendapat pembagian buku itu secara gratis. Dalam sambutannya, Bupati Sri Mulyani mengapresiasi program Buku Matur Jujur yang diperuntukkan siswa SD dan SMP, guna mencetak generasi muda
yang berakhlak mulia dan berkarakter jujur.
Dengan menanamkan sifat jujur sedini mungkin, Sri Mulyani menaruh harapan besar ke depan anak-anak SD dan SMP di Klaten menjadi pemimpin yang berakhlak mulia dan antikorupsi.
baca juga: Sinergi Kemendikbud dan TNI-AD Layani Pendidikan di Perbatasan
"Saya ingatkan program Buku Matur Jujur tidak hanya simbol semata. Agar program ini sukses harus didukung semua pihak, termasuk para siswa dan kepala sekolah," ujar Sri Mulyani.
Dengan program buku tersebut, semua kegiatan siswa SD dan SMP di Klaten dapat dipantau, baik oleh orangtua maupun guru. Program ini juga akan dievaluasi setiap satu semester. (OL-3)
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memangkas anggaran pendidikan sebagaimana narasi yang beredar di publik.
Teddy menjelaskan bahwa program MBG justru dirancang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dini, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi menegaskan bahwa pendidikan Pancasila harus menjadi arus utama dalam pembentukan karakter generasi muda
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Azis Subekti, meminta publik untuk bersikap jernih dan jujur dalam membaca struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
EMPAT alumni telah mengembalikan dana sebesar Rp1 hingga Rp2 miliar karena terbukti dijatuhi sanksi akibat tak menjalankan kewajiban mereka. Hal itu disampaikan Direktur Utama LPDP
BELAKANGAN ini, ruang media sosial diramaikan perbincangan mengenai istilah 'bahasa ibu' yang memantik refleksi publik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved