Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan pihaknya kesulitan mengakses lokasi korban banjir dan longsor di Bengkulu. Longsor menyebabkan akses jalan hancur.
"Kendala yang dihadapi dalam penanganan darurat saat ini adalah sulitnya untuk menjangkau ke lokasi titik-titik banjir dan longsor disebabkan seluruh akses ke lokasi kejadian terputus total," kata Sutopo di Jakarta, Minggu (28/4).
Menurut dia, akses jalan banyak yang terputus karena banjir dan longsor sehingga pendistribusian logistik bantuan terhambat. Selain itu, kabel listrik yang terputus akibat longsor juga membuat komunikasi hilang.
"Koordinasi dan komunikasi ke kabupaten atau kota cukup sulit dilakukan karena aliran listrik banyak yang terputus," ujar Sutopo.
Masalah lainnya adalah longsor tidak terjadi di satu titik saja di Bengkulu. Lokasi kejadian yang tersebar di sembilan titik membuat tim evakuasi kesulitan memprioritaskan korban.
Baca juga: Sepuluh Warga Meninggal akibat Banjir Bengkulu
"Titik lokasi bencana banjir dan longsor sangat banyak sedangkan jarak antartitik banjir dan longsor berjauhan sehingga menyulitkan untuk mencapai semua lokasi," tutur Sutopo.
Masalah terakhir, kata Sutopo, adalah terbatasnya dana yang memadai sehingga menyulitkan operasional penanganan bencana. Masalah ini membuat gerak BNPB terhambat.
Hujan deras sejak Jumat (26/4) sore hingga Sabtu (27/4) pagi kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu mengakibatkan longsor di sembilan titik. Titik itu ialah Kabupaten Bengkulu Tengah, Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Kepahiang, Kabupaten Rejang Lebong, Kabupaten Lebong, Kabupaten Seluma, Kabupaten Bengkulu Selatan, dan Kabupaten Kaur.
Posko Induk di BPBD Provinsi Bengkulu pun telah didirikan di Ruang Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Penanggulangan Bencana. Posko pengungsian dibentuk di 12 titik lokasi. Dapur umum yang didirikan juga telah mendistribusikan makanan. (Medcom/OL-1)
HARGA ayam dan komoditas cabai merah keriting di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, menjelang Ramadan 2026 terpantau mengalami kenaikan.
Disnakeswan Provinsi Bengkulu, telah menyalurkan sebanyak 19.400 dosis vaksin PMK dari pemerintah pusat ke sepuluh kabupaten/ kota yang ada sebagai upaya pencegahan wabah pada hewan ternak.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Bengkulu, mendapatkan sebanyak 1.172 unit Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) pada 2026.
Virus Nipah dapat ditularkan melalui hewan, salah satunya kelelawar, yang kerap mengonsumsi buah-buahan di alam terbuka.
Ternak yang terserang tersebut, tersebar ditiga kecamatan yakni Tanjung Kemuning, sebanyak 83 ekor, Padang Guci Hilir, 6 ekor dan Luas, 42 ekor.
Kebutuhan pokok masyarakat yang dijual seperti beras, terigu, gula pasir, telor, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, mi instan dan kebutuhan pokok lainnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved