Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) memuji Tim Akselerasi Pembangunan (TAP) Jawa Barat yang dibentuknya.
Menurut dia, keberadaan tim yang dipimpin rektor Universitas Padjajaran Tri Hanggono Achmad ini telah menghasilkan sejumlah prestasi terutama dalam menarik investasi untuk mendorong pembangunan di wilayahnya.
Emil mengatakan, meski baru terbentuk sekitar enam bulan, TAP mampu menarik dana investor sebanyak Rp2,8 triliun.
"Keberhasilan TAP dalam mengakselerasi, yang paling konkret dalam waktu enam bulan bisa menghasilkan investasi Rp2,8 triliun," kata Emil di Bandung, Senin (8/4).
Selain itu, lanjut dia, TAP pun mampu menghimpun dana hibah sebanyak Rp280 miliar. Meski tidak merinci, Emil menyebut aliran dana itu akan digunakan untuk sejumlah pembangunan terutama yang berwawasan lingkungan.
"Untuk green economy, green energy, dan recycling sampah plastik," katanya.
Baca juga: NIlai Investasi di Madiun Capai Rp5 Triliun
Dengan begitu, Emil memastikan dirinya sangat memerlukan keberadaan TAP demi efektivitas jalannya pemerintahan.
Terlebih, Emil menilai TAP memiliki keunggulan dalam melakukan diplomasi dengan para investor dan pihak luar lainnya yang tidak dimiliki oleh pegawai negeri sipil (PNS).
Dengan hadirnya TAP, proses negosiasi bisa lebih cepat sehingga dirinya tinggal mengeksekusi hal-hal yang telah disepakati.
"Biar lobi enggak lama. PNS enggak punya skill itu. Itu kan skill bisnis. Untuk kerja sama. Tanpa ada itu, pasti akan butuh proses panjang," katanya. (OL-3)
Tim yang telah dibentuk sejak 11 November 2025 ini dijadwalkan bertugas hingga 13 Januari 2026
Asep menekankan bahwa pencapaian target PAD tidak bisa dilakukan oleh Bapenda sendirian.
Langkah strategis ini bertujuan meminimalkan konflik agraria serta mencegah eskalasi bencana lingkungan di wilayah Jawa Barat.
Dedi menyatakan bahwa inventarisasi dan penetapan batas sempadan oleh Kementerian PU akan menjadi "senjata" bagi pemerintah daerah untuk melakukan penegakan hukum secara tegas.
Faris menyatakan pesimisme terhadap upaya islah yang telah dilakukan.
Tepung kemasan bermerek membuat produk disukai pembeli dari berbagai wilayah
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved