Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar merespons beredarnya video puluhan orang yang mengaku petugas di beberapa TPS di Kota Makassar menyatakan dukungannya kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
KPU langsung memanggil petugas PPS dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di lokasi yang disebutkan dalam sejumlah video. Koordinator Teknis Penyelengaraan KPU Makassar, Gunawan Mashar, mengatakan pemanggilan petugas itu guna mengklarifikasi kebenaran petugas yang diduga terlibat dalam politik praktis.
Baca juga: Proyek Air Bersih untuk Sorong Terkendala Pembebasan Lahan
Berdasarkan pemeriksaan awal, dipastikan tidak ada anggota PPS yang terlibat sebagaimana yang terlihat di dalam video tersebut.
“Tidak ada satu pun dari delapan orang yang ada di video adalah anggota KPPS. Hanya dua orang yang diidentifikasi sebagai petugas Linmas TPS. Petugas Linmas bukan bagian dari KPPS, melainkan hanya petugas pembantu yang dipinjam dari Pemerintah kota,” seru Gunawan, Jumat (29/3).
Pihaknya tidak akan mentolerir petugas PPK, PPS, maupun KPPS yang terlibat politik praktis. Jika ada yang terindikasi atau diduga turut berkampanye, akan langsung diberi sanksi.
“Jika terbukti, KPPS yang terlibat atau PPS bersangkutan akan diberi sanksi pemecatan,” tandas Gunawan. (OL-6)
KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka suap terkait buronan Harun Masiku. Hasto disebut aktif mengupayakan Harun memenangkan kursi anggota DPR pada Pemilu 2019.
Bagi Mahfud, batalnya memakai kemeja putih tersebut lima tahun lalu menyimpan pesan tersendiri.
KPID Sulawesi Selatan mengaku belum bisa menindak caleg dan parpol yang mulai mencuri start pada Pemilu 2024.
PENDUKUNG Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kini berbalik mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.
Beberapa upaya dari KPU untuk mencegah terjadinya kembali korban jiwa dari petugas KPPS.
"Mas Ganjar kan enggak nyapres, enggak nyapres beliau," kata Immanuel di Jakarta, Minggu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved