Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
GUNUNG Agung yang berlokasi di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali, kembali erupsi. Erupsi pertama terjadi pada pukul 18.25 Wita. Erupsi tersebut terekam dalam seismogram dengan amplitudo 25 milimeter, dan durasi 2 menit, 32 detik.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali, Made Rentin, mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pos pantau pengamatan Gunung Api di Rendang.
"Memang benar terjadi erupsi. Namun dijelaskan, jenisnya bahwa erupsi tersebut merupakan fenomena alam biasa. Jadi kami meminta kepada masyarakat agar tetap tenang dan waspada, ikuti arahan petugas yang ada. Radius zona bahaya belum berubah yakni 4 kilometer dan status Gunung Agung juga belum berubah yakni di level 3 Siaga," ujarnya di Denpasar, Kamis (28/3).
Menurut Rentin, jenis erupsi Gunung Agung adalah erupsi magmatik eksplosif berskala kecil. Sekali pun itu merupakan fenomena biasa, tetapi akibat erupsi tersebut terjadi hujan abu.
Saat ini, berdasarkan laporan anggota di lapangan, abu bergerak ke arat selatan dan barat daya sehingga beberapa desa dan bahkan satu kecamatan yakni Kecamatan Kubu sudah terpapar hujan abu.
Kesaksian warga di beberapa titik mengatakan jika warga mendengar terjadi sekali ledakan cukup besar di puncak kawah. Akibat ledakan itu, sekitar 50 KK dari Desa Ban, Kecamatan Kubu, sudah mengungsi ke Kantor Desa untuk mencari tempat yang lebih aman dan mudah mobilitasnya.
Baca juga: Gunung Agung kembali Erupsi, tapi Kolom Abu tidak Teramati
"Sebenarnya masyarakat bergerak menuju Kantor Desa Ban, untuk menghindari hujan abu. Kami tegaskan, agar warga tidak perlu panik. Dengarkan arahan petugas dan semuanya pasti teratasi," ujarnya.
Menurut Rentin, saat ini timnya terutama yang ada di Kabupaten Karangasem sudah turun ke lokasi untuk memantau pergerakan masyarakat. Petugas akan berupaya menenangkan warga yang karena panik bergerak ke kantor desa.
"Sampai saat ini kami belum menerima dari otoritas yang berwenang baik untuk menaikan status gunung maupun memperluas radius zona bahaya. Artinya, semuanya masih bisa dikendalikan. Makanya kami minta agar warga tetap tenang dan ikuti arahan petugas," ujarnya.
Ia juga meminta agar masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi dari pihak yang tidak resmi, dari lembaga yang tidak resmi agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. (OL-1)
Untuk memudahkan pengurusan, Imigrasi Bali juga membuka pelayanan pengajuan ITKT di seluruh kantor imigrasi di Bali tanpa dibatasi domisili.
KEMENTERIA Agama (Kemenag) menegaskan bahwa panduan pelaksanaan takbiran yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi hanya berlaku di Provinsi Bali.
KEMENTERIAN Agama (Kemenag) menyampaikan panduan jika Hari Raya Nyepi pada 19 Maret 2026 berbarengan dengan malam takbiran Idulfitri 1447 H.
KORBAN dalam peristiwa banjir bandang di Kabupaten Buleleng, Bali bertambah jadi dua orang, setelah ditemukan Komang Suci (44) dalam keadaan sudah meninggal,
BNN bersama sejumlah instansi mengungkap laboratorium gelap pembuat narkotika sintetis jenis mephedrone di sebuah vila dan menangkap dua tersangka warga Rusia.
BNN berhasil membongkar praktik laboratorium narkotika di Bali. Dalam operasi itu, ditemukan sejumlah bahan yang diduga digunakan untuk memproduksi narkotika sintetis jenis mephedrone.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved