Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
MASYARAKAT di Provinsi Bangka Belitung (Babel) diimbau untuk tidak meninggalkan barang-barang dan dokumen berharga di dalam mobil. Pasalnya saat ini pencurian dengan pemberatan (Curat) dengan pecah kaca mobil marak terjadi di Babel.
Kabid Humas Polda Babel, Ajun Komisaris Besar (AKB) Maladi, mengatakan Polsek Taman Sari berhasil menangkap satu dari 3 pelaku pecah kaca mobil dengan pecahan keramik busi.
Pelaku yang berhasil diamankan berkat dari CCTV adalah, Yogi warga Pangkalpinang dari tangan pelaku berhasil diamankan barang-bukti berupa uang tunai Rp20.700, ponsel, pecahan kaca mobil, tiga busi yang salah satunya sudah dipecahkan keramiknya.
"Pelaku ini bertiga, satu atas nama Yogi berhasil kita tangkap (26/3) sekitar pukul 07.30 WIB dijalan raya pangkalbalam pangkalpinang, dua pelaku lainya masih DPO," kata Kabid Humas.
"Berdasarkan pengakuan pelaku, mereka sudah tiga kali beraksi, semuanya dilakukan saat korban parkir mobil untuk menunaikan salat," tambah Maladi.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak parkir kendaraan di tempat sepi saat akan melaksanakan salat. Selain itu masyarakat diharapkan tidak meninggalkan barang-barang berharga di dalam mobil.
"Parkir ditempat yang aman, barang-barang berharga kalau mau salat hendaknya dimasukkan dalam tas dan dibawa," imbuh dia.
Baca juga: Pencurian Mobil Bermodus Sopir Pribadi Marak
Sementara, Yogi salah satu pelaku mengaku untuk melancarkan aksinya mencuri barang-barang berharga di dalam mobil tidaklah sulit. Pertama-tama ia melihat dulu ada barang apa di dalam mobil.
Selanjutnya, ia memecahkan keramik busi, lalu dimasukkan ke dalam mulut sebentar. Keramik busi kemudian dikeluarkan dan langsung dilempar ke kaca mobil.
"Usai saya basahi di dalam mulut, keramik mobil itu langsung saya lempar ke arah kaca, nanti kaca akan langung pecah seribu, dan kaca saya dorong barang-barang langsung bisa saya ambil,"ulas Yogi.
"Saat kaca mobil pecah seribu, alarm mobil tidak akan berbunyi," imbuh dia sembari mempraktekan cara melakukan tindak kejahatanya. (OL-3)
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal menyatakan pelaku penganiayaan karyawan SPBU di Cipinang, Jakarta Timur, positif sabu dan ganja usai tes urine.
Sebuah studi terbaru mengungkap adanya korelasi mengejutkan antara diagnosis kanker dengan peningkatan risiko perilaku kriminal pada pasien.
Kemudian apabila koordinator demo tidak melaporkan rencana demonstrasi dan tidak terjadi apa-apa atau keonaran maka dirinya tetap tidak akan dipidana.
Ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta bukan sekadar peristiwa kriminal biasa, melainkan merupakan simbol dari luka sosial yang lama terpendam di dunia pendidikan.
Projo menyatakan dukungan terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto, menuai sorotan pengamat politik Hendri Satrio.
Said mengaku tidak setuju dengan anggapan partai sebagai tempat berlindung dari jeratan pidana. Ia mengatakan partai merupakan tempat untuk bertukar pikiran demi kemajuan bangsa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved