Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTORAT Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Jawa Barat menangkap seorang pelajar SMA, MRF, 18, yang memproduksi dan menjual tembakau gorila.
MRF dibekuk petugas Sub Direktorat 2 Direskoba Polda Jabar di sebuah apartemen di Jalan Karapitan, Kota Bandung. Di kamar tersebut, petugas menemukan barang bukti tembakau gorila beserta bahan mentahnya dengan berat mencapai sekitar 10 kilogram. Barang bukti itu terdiri dari satu bungkus besar tembakau seberat 6 kg, satu panci berisi tembakau gorila seberat 1 kg, 8 paket berbagai rasa seberat 800 gram, 9 paket gorila seberat 144 gram, dan bahan lainnya.
Direktur Reskoba Polda Jabar Komisaris Besar Enggar Pareanom mengatakan tersangka mendapatkan barang-barang itu dengan cara membeli via media sosial, Instagram.
"Jadi pengungkapan ini berawal dari patroli siber yang kami lakukan. Yang bersangkutan telah melakukan selama enam bulan terakhir," ujar Enggar dalam ekspose di Markas Polda Jabar, Selasa (19/3).
Enggar menerangkan, tersangka meracik tembakau sintetis itu dengan menggunakan panci alumunium yang diisi 25 gram serbuk warna putih dan jingga, kemudian dimasukkan kembali 100 miligram cairan alkohol, lalu diaduk dengan sendok. Setelah tercampur, 1.000 gram tembakau dimasukkan dan diaduk dengan menggunakan tangan.
"Dari pengakuan tersangka, bahan-bahan kimia tersebut dikirim dari Tiongkok," tukas Enggar.
Baca juga: Polres Badung Terus Buru Pengedar Tembakau Gorila
Enggar mengungkap, tersangka memasarkan tembakau gorila ini ke sejumlah wilayah di Indonesia, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, hingga Ambon. Barang haram ini dijual via daring, sehingga tersangka tak mengetahui siapa saja konsumen atau pembelinya. Dari hasil penjualan ini, MRF mampu menyewa kamar di apartemen dengan tarifnya mencapai jutaan rupiah per bulan.
"Uang didapat dari hasil penjualan yang dilakukan tersangka selama enam bulan terakhir," urai Enggar.
Akibat aksinya tersebut, tersangka dijerat Pasal 113 ayat (2) jo Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. MRF terancam seumur hidup meringkuk di balik jeruji besi.(OL-5)
Kementerian Pertanian menargetkan distribusi 4 juta dosis vaksin PMK secara nasional sepanjang 2026.
Kasus gangguan jiwa anak dan remaja di Jawa Barat meningkat. RSJ Cisarua mencatat kunjungan naik hingga 30 pasien per hari, depresi jadi kasus dominan.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
DUA pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) di Desa Wanakerta, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, diamuk massa setelah ketahuan mencuri sepeda motor.
SATUAN Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya, Jawa Barat, berhasil menangkap pelaku berinisial W, warga Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
OTT ini terjadi pada Kamis, 5 Februari 2026, malam. KPK menyita ratusan juta atas penangkapan ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved