Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON Wakil Presiden nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin mengelaborasi tantangan 10 tahun ke depan di hadapan 7.000 santri Pondok Pesantren Babussalam, Jombang, Jawa Timur. Mau tidak mau, tantangan itu akan datang, dan santri harus bersiap.
"Karena nanti akan terjadi perubahan besar dengan adanya perubahan teknologi, santri harus menghadapi itu," ujar Kiai Ma'ruf di Jombang, Senin, (18/3) sore.
Perkembangan teknologi, kata dia, hadir dengan banyak sisi. Kiai Ma'ruf menyebut salah satu aspek yang harus diwaspadai yakni perubahan pola. Hal ini menjadi ciri khas era digital di mana semua hal menjadi lebih praktis.
Dampaknya, cara lama diubah dan inovasi menggantikan hal itu. Kiai Ma'ruf optimistis kecenderungan itu bisa dihadapi jika para santri memegang teguh prinsip Nahdlatul Ulama (NU).
Baca juga: Safari Politik ke Jatim, Kiai Ma'ruf Minta Warga NU Jaga NKRI
"Prinsip untuk tidak menghilangkan kebaikan, menjaga yang lama yang baik. Tapi kita juga mengambil yang baru yang lebih baik," sebut Kiai Ma'ruf.
Kemampuan adaptif ini mendesak untuk dimiliki santri. Sebab, Kiai Ma'ruf melihat mereka sebagai salah satu ujung tombak sumber daya manusia Indonesia.
"Santri itu pemimpin di masa depan, banyak santri jadi pahlawan nasional pemimpin negara menjadi menteri, bahkan juga untuk presiden," sebut Kiai Ma'ruf.
Saat debat, Kiai Ma'ruf menggunakan istilah 10 years challenge untuk menggambarkan program pihaknya. Pernyataan tersebut menegaskan bagaimana komitmen pasangan calon 01 untuk mengimplementasikan program ketika dipercaya memimpin. (RO/OL-1)
KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka suap terkait buronan Harun Masiku. Hasto disebut aktif mengupayakan Harun memenangkan kursi anggota DPR pada Pemilu 2019.
Bagi Mahfud, batalnya memakai kemeja putih tersebut lima tahun lalu menyimpan pesan tersendiri.
KPID Sulawesi Selatan mengaku belum bisa menindak caleg dan parpol yang mulai mencuri start pada Pemilu 2024.
PENDUKUNG Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kini berbalik mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.
Beberapa upaya dari KPU untuk mencegah terjadinya kembali korban jiwa dari petugas KPPS.
"Mas Ganjar kan enggak nyapres, enggak nyapres beliau," kata Immanuel di Jakarta, Minggu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved