Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo meresmikan terminal baru Bandara Depati Amir, Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung, kemarin.
Presiden yakin pengembangan bandara itu akan meningkatkan perekonomian daerah, khususnya melalui pariwisata.
Bandara Depati Amir, kata Presiden, amat penting untuk menopang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Kelayang Belitung sehingga akan terus dikembangkan. "Bandara ini akan kita kembangkan menjadi 3 juta penumpang.
Saat ini kan sudah 2 juta penumpang sehingga pada 2020 jadi 5 juta penumpang," kata Jokowi.
Dalam peresmian di ruang area check-in bandara, Jokowi meneken dua prasasti. Prasasti pertama menandai peresmian bandara dan satu lagi peresmian KEK.
Presiden didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pariwisata Arif Yahya, Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution, dan Gubernur Babel Erzaldi Rosman Djohan.
Bandara Depati Amir kini memiliki terminal 30.104 m2, runway 2.600 x 45 meter, apron 51.660 m2, dan cargo building 1.200 m2. Pada pengembangan tahap kedua nanti luas terminal akan bertambah menjadi 48.038 m2.
Dalam kunjungan ke Babel, Jokowi juga menyerahkan 2.500 sertifikat tanah kepada warga di GOR Sahabudin Pangkalpinang dan melakukan blusukan ke Pasar Pagi Pangkalpinang.
Jokowi disambut antusias masyarakat yang sedang berbelanja dan para pedagang. Kepala Negara pun membeli beberapa ikat sayur, seperti bayam, kangkung, sawi, dan genjer, juga terasi. Dia memberikan uang Rp100 ribu untuk membayar semua belanjaan tersebut.
Presiden Jokowi lalu melanjutkan kunjungan kerja dengan menyerahkan Program Keluarga Harapan dan bantuan pangan nontunai di STMIK Atma Luhur, Kecamatan Gabek. (RF/Ant/X-8)
KETUA Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep mengaku terpukau melihat ratusan mobil berbalut atribut partai menyambutnya jelang Rakernas PSI 2026.
Ahok mengungkapkan kekecewaannya terhadap kebijakan subsidi energi yang selama ini diterapkan pemerintah.
Ahok membongkar potensi keuntungan jumbo yang menguap akibat tidak dijalankannya transformasi sistem subsidi energi.
Ahok secara blak-blakan mengaku pernah memberikan pilihan sulit kepada Jokowi: "Berikan jabatan Direktur Utama (Dirut) atau tidak sama sekali."
Ahok mengungkap sejumlah temuan penyimpangan selama dirinya menjabat sebagai Dewan Komisaris Pertamina.
Akankah perlawanan Roy Suryo cs akhirnya bakal kandas nanti?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved