Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi Sumatra Utara menawarkan kerja sama dengan Pemerintah Prancis di bidang ekonomi dan pendidikan. Pemprov Sumut memastikan daerahnya memiliki hampir semua lini kerja sama yang potensial untuk digarap.
Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah mengatakan, potensi yang dapat dikerjasamakan dengan investor dari negara lain salah satunya di bidang eksplorasi sumber daya alam (SDA).
Selain bidang SDA, secara demografi, 15 juta jiwa penduduk Sumut yang terdiri dari berbagai macam etnis menurut Musa juga menyimpan potensi tersendiri dari sisi sumber daya manusia (SDM).
"Untuk peluang berinvestasi, Sumut memiliki sumber daya alam seperti sumber energi dari panas bumi serta pembangkit listrik tenaga air," kata Wagub, seusai menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Jean Charles Berthonnet, di Medan, Rabu (13/3).
Dalam pertemuannya dengan Dubes Prancis, Musa memaparkan bahwa saat ini daerahnya sedang gencar melakukan pembangunan infrastruktur dan transportasi.
Baca juga : Kerja Sama Daerah Dengan Luar Negeri Butuh Persetujuan Dewan
Infrastruktur yang dibangun berupa jalan, kereta api dan pelayanan bandar udara serta pelabuhan laut, seperti Kuala Tanjung dan Belawan.
Dia yakin itu merupakan peluang bagi investor Prancis untuk menanamkan modalnya di Sumut.
Selain infrastruktur, potensi investasi juga ada di bidang perkebunan. Sumut saat ini tercatat sebagai penghasil minyak kelapa sawit terbesar di Indonesia
"Potensi lain yang bisa dikerjasamakan, seperti pertanian, perikanan dan juga pariwisata," sambung Musa.
Dari sisi pengembangan SDM, Musa menegaskan, Pemprov pun terus berupaya meningkatkannya. Salah satunya dengan memberikan beasiswa pendidikan bagi pemuda Sumut berprestasi.
Sumut pun menurut Musa telah menjalin kerja sama dengan negara lain dalam bidang investasi. Ia berharap, Prancis juga bisa kut serta dalam investasi tersebut. (OL-8)
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved