Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAIN curah hujan masih tinggi, Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) juga memperingatkan potensi angin kencang dan petir. Bulan ini, potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi di wilayah Jateng bagian selatan.
Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan potensi cuaca ekstrem masih mungkin terjadi. Sebab, curah hujan diperkirakan masih tinggi yang disertai petir dan angin kencang.
Baca juga: Warga Metro Lampung Deklarasi Dukung Jokowi-Amin
"Hujan lebat yang berbarengan dengan angin kencang dan petir masih potensial terjadi. Saat sekarang juga belum memasuki musim pancaroba dan masih musim penghujan," kata Teguh, Rabu (13/3).
Menurutnya, kalau rata-rata curah hujan pada Maret atau selama sebulan di sejumlah daerah di Cilacap, Banyumas dan sekitarnya berkisar antara 300-500 milimeter (mm).
"Curah hujan yang lebih tinggi potensial terjadi di wilayah pegunungan. Kalau di Cilacap, daerahnya berada di Majenang dan Cimanggu. Karena itulah, kami minta kepada masyarakat terutama di daerah bencana agar terus waspada," ujarnya.
Dalam beberapa hari terakhir, angin kencang melanda sejumlah wilayah di Banyumas. Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas Kusworo mengatakan dalam beberapa hari terakhir angin kencang melanda sejumlah daerah di antaranya Patikraja, Sokaraja dan Purwokerto.
"Kami terus mengimbau kepada warga untuk waspada, terutama kalau hujan deras turun. Selain angin kencang, tanah bergerak dan longsor perlu diwaspadai,"katanya. (OL-6)
Capaian ini sekaligus mencatatkan Jawa Tengah sebagai daerah dengan serapan tenaga kerja tertinggi kedua di Pulau Jawa,
Kesenjangan akses medis antara kota dan desa harus segera diakhiri melalui jemput bola pelayanan.
Strategi penanganan dilakukan melalui skema peningkatan hingga rehabilitasi rutin untuk menjaga konektivitas antarwilayah.
Hingga Oktober 2025, kerusakan kawasan konservasi akibat tambang ilegal telah mencapai 409 hektare.
Tol Kanci-Pejagan, tercatat sebanyak 3.465 kendaraan melintas keluar tol sejak pukul 00.00 hingga pukul 08.00 WIB pagi tadi.
Prestasi gemilang tersebut dinilai menjadi bagian krusial dari keberhasilan kontingen Indonesia dalam mempertahankan posisi teratas pada pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved