Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Transaksi Lombok Sumbawa Great Sale Capai Rp10,5 Miliar

Yusuf Riaman
10/3/2019 15:45
Transaksi Lombok Sumbawa Great Sale Capai Rp10,5 Miliar
(. Foto: Yusuf Riaman)

BANJIR diskon melalui event Lombok Sumbawa Great Sale (LSGS) nampaknya mampu mendongkrak kunjungan wisatawan ke NTB saat low season dengan transaksi senilai Rp10,5 miliar.

"LSGS menggerakan kita dari sisi okupansi hotel dan kegiatan belanja sudah bergairah selama sebulan ini," kata Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Lalu Moh. Faozal kepada wartawan di sela-sela Clossing Ceremony Great Sale di Epicentrum Mall Mataram Sabtu (9/3) malam. 

Dikatakannya, 75% dari 15 ribu kupon terjual dengan 120 tenant yang diisi kalangan industri pariwisata seperti hotel, travel, restoran, toko dan jasa paket wisata meningkat 50% dibanding tahun sebelumnya. Transaksi berlangsung sejak dibuka great sale 27 Januari lalu.

"Kita lakukan evaluasi sehingga ke depan dapat lebih baik lagi," kata Faozal.

Sekda Provinsi NTB, Rosiady H.  Sayuti mengatakan, great sale sebulan dinilai belum cukup. 

"Jadi saya sarankan tenant-tenant secara mandiri lanjutkan great sale dengan branding lain menjadi super great sale dan sebagainya," kata Rosiady.

Ia menyebutkan, okupansi hotel sebagai indikator paling penting  belum sesuai harapan. Banyak kegiatan seperti MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition atau Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran) yang belum bisa ditarik dan perlu upaya lebih keras.

 

Baca juga: Wapres Janji Hunian Tetap di Lombok Selesai Tahun Ini

 

Karena itu ,menurut dia, great sale yang sudah tradisi itu bisa dikreasikan tidak hanya satu bulan dalam setahun, tetapi bisa pada kesempatan lain seperti setelah Ramadan. Selain itu, jika selama Ramadan yang biasanya okupansi hotel turun, bisa digenjot bersama event Pesona Ramadan.

"Kalau ditambah dengan great sale saya yakin bisa menambah kunjungan ke sini. Saya kira perlu mendapat pemikiran kawan kawan para pelaku pariwisata," katanya.

Ketua PHRI NTB I Gusti Lanang Patra bahkan menginginkan great sale dilaksanakan hingga enam bulan lamanya, sehingga bisa dijual ke luar dengan mendapatkan dukungan maskapai seperti Silk Air (Singapore) dan Malaysia dengan Air Asia serta Garuda ke Eropa dan lainnya.

Lanang mengatakan, perlunya kerja sama dengan maskapai, serta tawaran paket wisata yang dikemas betul-betul sangat menarik untuk merangsang turis yang sama sekali belum pernah ke NTB.

Lanang mengakui, dampak great sale okupansi bulan ini ada kenaikan 11,5% dibanding periode yang sama tahun lalu. Low season selama ini terjadi Januari hingga Maret.

Pada malam penutupan great sale sekaligus dilakukan penarikan kupon undian yang terjual dengan hadiah umroh, sepeda motor, kulkas serta sejumlah hadiah menarik lainnya. (OL-3)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya