Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan, melaporkan, hingga pukul 12.00 WIB, gempa 5,3 SR sudah menyebabkan 48 orang luka-luka dan 343 rumah rusak.
Korban gempa bumi dan kerusakan rumah dan bangunan lainnya, tersebar gempa bumi mencakup 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Sangir Balal Janggo (Nagari Sungai kunyit, Sungai Kunyit Barat, Talunan Maju), Kecamatan Sangir Batang hari (Nagari Ranah Pantai Cermin), dan Kecamatan Sangir Jujuan (Nagari Lubuk Malako).
Koordinator Posko Pusdalops Penanggulangan Bencana BPBD Solok Selatan Sumardianto, merinci korban tersebar di Kecamatan Sangir Balai Janggo, Nagari Sungai Kunyit (22 orang), Nagari Taluan Maju (23 orang).
Di Kecamatan Sangir Batang Hari, Nagari Ranah Pantai Cermin (2 orang), sedangkan di Kecamatan Sangir Jujuan, Nagari Lubuak Malako (1 orang).
Dia mengatakan korban hingga saat ini sudah mendapat perawatan dari posko kesehatan yang ada di empat titik.
"Satu orang korban ada yang dirawat di RSUD Solok Selatan dan korban lainnya dirawat di posko kesehatan," sambungnya.
BPBD dan tim telah membuka posko kesehatan di Puskesmas Mercu, Puskesmas Abai, Puskesmas Talunan dan Puskesmas Bidar Alam.
Jumlah korban luka ringan, di rawat di Puskesmas Mercu (22 orang), Puskesmas Abai (2 orang), Puskesmas Talunan (23 orang), Puskesmas Bidar Alam (1 orang) dan RSUD Solok Selatan (1 orang).
Dikatakannya juga BPBD Solok Selatan sudah mendirikan dapur umum untuk peneyediaan logistik bagi korban terdampak, serta juga menyediakan tenda-tenda pengungsian.
"Hingga kini, pemerintah daerah, TNI, Polri dan mitra kerja setempat masih terus melakukan upaya penanganan darurat," ungkapnya.
Baca juga: Gempa M 5,6 Solok Selatan Picu Kerusakan dan Korban
Gempa bumi dengan magnitudo 5,3 terjadi pada Kamis (28/2) pada pukul 06.27 waktu setempat.
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menjelaskan, hasil pemutakhiran analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki kekuatan Mw=5,3.
Sebelumnya disebutkan magnitudo gempa 5,6 SR. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 1,4 LS dan 101,53 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 36 km arah timur laut Kota Padang Aro, Kabupaten Solok Selatan, Propinsi Sumatra Barat pada kedalaman 10 km.
"Gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Solok Selatan ini, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, merupakan jenis gempabumi tektonik kerak dangkal (shallow crustal earthquake) yang terjadi akibat aktivitas Zona Sesar Sumatra (Sumatra Fault Zone) tepatnya pada pertemuan segmen Suliti-Siulak. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis sesar mendatar (Strike-Slip)," tandasnya.
Menurut informasi dirasakan dari masyarakat, dampak gempabumi dirasakan di daerah Solok Selatan IV MMI, Padang III-IV MMI, Painan dan Padang Panjang II-III MMI, Payakumbuh 50 Kota II MMI, Kepahyang I MMI. (OL-3)
PT Kereta Api Indonesia II Sumatera Barat (Sumbar) mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas di sekitar jalur rel, termasuk kegiatan menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit.
PEMERINTAH Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) menegaskan penertiban aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di wilayah Sumbar masih berjalan melalui kerja tim terpadu lintas sektor.
PEMERINTAH pusat telah menyiapkan total anggaran sebesar Rp2,6 triliun untuk Sumatera Barat (Sumbar), untuk kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana.
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved