Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SATU terduga teroris atas nama Triyono Wagiman (TW) yang ditangkap di Temanggung. TW berencana menyerang polisi di Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Melakukan amaliyah yang ada di Jawa Tengah maupun yang ada di Jogjakarta," kata Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Gedung Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (22/2).
Rencana tersebut diketahui bedasarkan pernyataan TW saat diperiksa. TW pun sudah diintai Densus 88 Antiteror.
"Sebenarnya sel tidur seperti ini dari Densus 88 dan Satgas anti terorisme dan radikalisme terus melakukan pemprofilan seluruh gerakan dalam rangka memitigasi mereka," imbuhnya.
Densus 88, telah mengendus rekam jejak TW sejak lama. Pada Juni 2016 ia pernah dideportasi dari Filipina lantaran mengikuti pelatihan militer di Basilan-Filipina Selatan bersama Adi Jihadi.
Baca juga: Tiga Terdakwa ABU Tours Divonis Berbeda
Pada Oktober 2016 TW mengikuti pelatihan paramiliter di daerah Karang Bolong-Anyer bersama dengan Adi Jihadis, dan dilatih oleh Nanang Kosim; terduga teroris yang ditembak mati oleh Densus 88 Antiteror di Cilegon. Nanang juga terlibat dalam aksi teror di Tanah Air, termasuk pengeboman di Jalan MH Thamrin awal 2016.
TW juga pernah merencanakan aksi teror bersama dengan Bambang Eko Prasetyo, Ageng Nugroho, Rio Baraka, Juhedi, Ali Abdulloh, Andi Baso, dan Nanang Kosim dengan modus operandi melakukan penembakan terhadap anggota Polri.
Sebelumnya, Polisi menangkap terduga TW di Jalan Lingkar Geneng, Kertosari-Temanggung, Jawa Tengah. Ia merupakan jaringan teror Jamaah Ansharut Daulah (JAD).
Dia ditangkap saat razia lalu lintas. mobil yang dikemudikan TW ditemukan sejumlah barang bukti yang merujuk pada keterlibatan dengan jaringan terorisme. Di antaranya buku-buku yang berkaitan dengan radikalisme. (Medcom/OL-1)
Keterlibatan aktif orang tua dalam komunitas pengawasan dinilai menjadi faktor kunci dalam memutus mata rantai penyebaran paham ekstrem.
Mencegah radikalisme dan intoleransi berarti menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Ciri berikutnya adalah anak cenderung menarik diri dari pergaulan karena komunitas TCC membuat mereka nyaman sehingga anak-anak lebih suka menyendiri.
Densus 88 mengungkap remaja 14 tahun di Jepara memiliki koneksi dengan pendiri kelompok ekstremis Prancis BNTG dan aktif di komunitas True Crime.
BNPT mencatat 112 anak Indonesia terpapar radikalisasi terorisme lewat media sosial dan gimĀ online sepanjang 2025, dengan proses yang makin cepat di ruang digital.
Radikalisme dan intoleransi tidak bisa dilawan hanya dengan regulasi, tetapi dengan penghayatan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman etis bersama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved