Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
PERHELATAN Festival Pulau Penyengat 2019 di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, 14-18 Februari 2019, makin mengukuhkan Tanjung Pinang sebagai penjaga adat dan budaya melayu di Indonesia.
Berbagai mata acara yang menampilkan warisan budaya melayu nusantara pun makin ditonjolkan dalam edisi keempat festival budaya melayu tersebut, dimulai dari pawai budaya yang bertemakan Junjung Adat Julang Budaya, penampilan seni dan budaya melayu, hingga penabalan gelar adat melayu bagi Walikota dan wakil Walikota Tanjung Pinang.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjung Pinang, Syafaruddin mengatakan, gelar adat itu berupa Datuk Setia Amanah bagi Walikota dan Datuk Timbalan Setia Amanah bagi wakil Walikota yang ditabalkan di Pulau Penyengat, Senin (18/2).
"Gelar ini diberikan oleh lembaga adat melayu kepada mereka yang saat ini sedang diberikan amanah menjadi pemimpin," kata Syafaruddin yang ditemui di Pulau Penyengat, Minggu (17/2).
Perhelatan Festival Pulau Penyengat yang juga jadi rangkaian peringatan hari jadi pulau di sisi barat daya Pulau Bintan, Kepri itu, juga dihadiri oleh penampilan grup adat dari negeri jiran, yaitu Singapura melalui grup Sriwana dan Malaysia lewat Majelis Bandar Johor Bahru.
Baca juga : Kemenpar Promosikan Sport Tourism Indonesia di Selandia Baru
Di sela-sela Festival Pulau Penyengat 2019, ditandatangani pula nota kesepahaman (MoU) antara Walikota Tanjung Pinang dan Datuk Bandar Johor Bahru, untuk saling menjaga dan melestarikan warisan budaya melayu, serta melakukan studi bersama.
Tahun ini, Festival Pulau Penyengat pun makin meriah dengan hadirnya artis ibu kota yang menghibur pengunjung dan warga Pulau Penyengat. Salah satunya Iyeth Bustami, penyanyi asal Bengkalis, Riau yang tampil pada Minggu (17/2) sore di Balai Adat Pulau Penyengat.
Berbagai acara dan kemeriahan Festival Pulau Penyengat 2019 diakui Syafaruddin, membuat pulau seluas 2 kilometer persegi itu dibanjiri wisatawan domestik maupun mancanegara. Pada Minggu (17/2), Syafaruddin memprediksi, kunjungan wisatawan mencapai sekitar 4.000 orang.
"Data itu kalkulasi dari perahu Pompong yang jadi alat transportasi dari Bintan ke Pulau Penyengat. Ada sekitar 32 Pompong beroperasi dan tiap Pompong bisa melakukan 6 kali perjalanan bolak-balik selama festival. Terlihat juga beberapa wisman yang hadir, bahkan wisman asal Eropa," tandasnya. (OL-7)
BMKG mencatat peluang hujan di wilayah Kepri pada hari tersebut berada dalam kategori rendah hingga menengah (20–40 persen), dengan sebaran yang tidak merata.
Indonesia dan Singapura matangkan rencana ekspor listrik bersih! Simak strategi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjadikan Kepulauan Riau sebagai hub industri teknologi tinggi dan pusat energi
BMKG mengingatkan nelayan agar selalu memperhatikan informasi prakiraan cuaca terbaru sebelum melaut dan tidak memaksakan aktivitas apabila kondisi dinilai berisiko.
KY menyatakan siap untuk memantau persidangan perkara dugaan penyelundupan 2 ton sabu yang mana seorang anak buah kapal atau ABK Kepri yang dituntut hukuman mati
Peluncuran GPM serentak telah dimulai sejak 9 Februari 2026 dan akan berlangsung secara bertahap di berbagai wilayah.
BMKG Batam imbau masyarakat Kepri waspada gelombang tinggi 17 Februari 2026 saat Gerhana Matahari Cincin. Hujan ringan juga diprediksi terjadi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved