Jumat 15 Februari 2019, 20:20 WIB

Masyarakat Kalimantan Utara Kini Rasakan Keadilan Energi

Cahya Mulyana | Nusantara
Masyarakat Kalimantan Utara Kini Rasakan Keadilan Energi

dok pertamina

 

WARGA Desa Long Ampung Kalimantan Utara bisa mendapatkan harga BBM sama dengan wilayah lain di SPBU Kompak bernomor 66.775.004.

Ini merupakan SPBU ke-7 dari program BBM Satu Harga dari 27 titik yang sudah terealisasi di wilayah Kalimantan.

Communication and CSR Region Manager Kalimantan PT. Pertamina Yudi Nugraha menyatakan, peresmian BBM Satu Harga di Malinau, Kalimantan Utara merupakan salah satu bentuk komitmen Pertamina untuk mewujudkan keadilan energi dengan terus mendistribusikan BBM ke wilayah-wilayah yang selama ini sulit dijangkau.

"Kami berharap dengan adanya lembaga penyalur ini dapat mendorong perekonomian masyarakat Long Ampung menjadi lebih baik," kata Yudi dalam keterangan resmi, Jumat (15/2)

Menurut dia, sebelum kehadiran program BBM Satu Harga masyarakat Desa Long Ampung harus membeli premium dan solar dengan harga Rp35.000 per liter.

Jika musim penghujan, warga harus merogoh kocek dua hingga tiga kali lipat sebesar Rp70.000-Rp100.000 per liter.

Baca juga : Jonan: Pemerintah Kebut BBM Satu Harga hingga 170 Titik

"Warga pun mendapatkan BBM tersebut dari Melak, Kalimantan Timur. Sekarang, warga Desa setempat dan sekitar Long Ampung sudah dapat menikmati harga yang sama yaitu Premium Rp6.450 per liter dan solar Rp5.150 per liter," jelasnya.

Pertamina sebagai pelaksana tugas dari pemerintah, lanjut dia, terus berupaya optimal dalam merealisasikannya energi berkeadilan.

SPBU Kompak ini menyediakan produk dengan alokasi premium 50 ribu liter dan solar 36 ribu liter.

Pemerataan harga BBM memberikan pengaruh besar bagi perekonomian warga yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani, tidak hanya dengan mudahnya mendapatkan bahan bakar tetapi, juga berpengaruh signifikan untuk aktifitas sehari-hari dan warga bisa mengalihkan pengeluarannya untuk kebutuhan lain.

"Distribusi BBM ke SPBU tersebut juga penuh dengan perjuangan. Distribusi BBM memakan waktu 3 hari 2 malam, dimulai dari pengangkutan menggunakan Mobil Tangki ke Pelabuhan Melak dari Terminal BBM Samarinda lebih kurang 8 jam perjalanan,"ungkapnya.

Setelah itu, kata dia, BBM dipindahkan ke Landing Craft Tank (LCT) menuju Desa Long Bagun sekitar 4 jam perjalanan.

Sesampainya di Desa Long Bagun, BBM tersebut dipindahkan menggunakan mobil double gardan sebanyak 10 unit dengan per unitnya membawa BBM 1.000 liter atau 5 drum.

Mobil tersebut menuju Desa Long Ampung selama lebih kurang 14 jam.

"Distribusi BBM secara regular 2-3 hari sekali dan sangat tergantung dari tinggi rendahnya debit air sungai. Apabila hujan, penyaluran terhambat karena tidak bisa dilalui," pungkasnya.

Lembaga Penyalur ini merupakan salah satu dari 124 titik BBM Satu Harga yang telah dioperasikan Pertamina di seluruh wilayah 3T di Indonesia.

Sesuai Roadmap awal, hingga akhir tahun 2019 Pertamina akan membangun 150 titik BBM Satu Harga. Namun berdasarkan Surat Kepala Badan Hilir (BPH) Migas No 167/Ka BPH/2019 tanggal 21 Januari 2019, target akhir bertambah menjadi 160 titik.

BBM Satu Harga yang sudah beroperasi hingga saat ini tersebar di seluruh wilayah 3T mulai dari Pulau Sumatera, Jawa-Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku hingga Papua.

Titik BBM Satu Harga terbanyak berada di Papua sebanyak 28 titik, Kalimantan 28 titik, Sumatera 24 titik, Nusa Tenggara 16 titik, Sulawesi 14 titik, Maluku 11 titik dan Jawa–Bali 4 titik. (OL-8)

Baca Juga

MI/WIDJAJADI

Jelang Natal, Mantan Narapidana Terorisme Solo Raya Ikut Kerja Bakti di Gereja Emunah

👤Widjajadi 🕔Jumat 03 Desember 2021, 21:00 WIB
Mantan narapidana terorisme dan Polres Sukoharjo menggelar Jumat Bakti Religi di sejumlah tempat...
DOK/PEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Pulihkan Ekonomi Warga, Pemprov Kalimantan Tengah Tebar Bantuan Benur Udang Windu

👤Surya Sriyanti 🕔Jumat 03 Desember 2021, 20:55 WIB
Petambak udang dibantu karena mengalami kesulitan ekonomi di tengah pandemi...
MI/DJOKO SARDJONO

Capaian Vaksinasi Covid-19 di Klaten 79%

👤Djoko Sardjono 🕔Jumat 03 Desember 2021, 20:50 WIB
Bupati Klaten menargetkan cakupan vaksinasi sampai akhir November mencapai...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya