Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Kompacid Kembangkan Wisata Arung Jeram di Cianjur Selatan

Benny Bastiandy
15/2/2019 15:45
Kompacid Kembangkan Wisata Arung Jeram di Cianjur Selatan
Sejumlah wisata menikmati arung jeram dan river tubing di aliran Sungai Cimadar, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.(MI/BENNY BASTIANDY)

WISATA alam perairan di Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tak hanya Pantai Jayanti saja. 

Sejumlah kaum muda di wilayah itu tergabung dalam Komunitas Papalidan Cidaun (Kompacid) menginisiasi adanya wisata arung jeram dengan memanfaatkan aliran Sungai Cidamar sepanjang 13 kilometer di Kampung Cibeureum, Desa Gelar Pawitan.

"Awalnya hanya iseng-iseng saja. Waktu itu air Sungai Cidamar meluap. Arus airnya cukup bagus. Makanya kepikiran untuk membuat arung jeram," kata Ketua Kompacid, Surya, Jumat (15/2).

Waktu itu Surya dan rekan-rekannya memanfaatkan ban dalam truk untuk mencoba arus Sungai Cidamar. Lantas wisata river tubing dan rafting mulai dikenalkan kepada masyarakat.

"Ternyata pengunjungnya langsung membludak. Rata-rata sehari bisa 50 orang," tuturnya.

Fasilitas yang tersedia belum maksimal. Surya mengatakan saat ini pengelola baru bisa menyiapkan 2 unit perahu karet untuk rafting dan sebagian lagi memanfaatkan ban truk untuk river tubing.

"Untuk faktor keselamatan, kami siapkan juga helm dan deker. Kami juga memiliki instruktur," jelasnya.

Baca juga: Pengelola Wisata Alam Dilatih Pengurangan Risiko Bencana

Terdapat beberapa jenis wisata arung jeram. Untuk paket family rafting, arusnya tidak terlalu deras. Panjang treknya sekitar 2 kilometer dengan lama perjalanan sekitar 1 jam.

"Kami ambil start dari Kampung Jog-jogan dan finish di Desa Kertajadi. Kalau untuk paket dewasa arusnya cukup deras. Jarak tempuhnya mencapai 3 jam. Start di Kampung Ciangsana dan finish di Desa Kertajadi," tuturnya.

Pihak pengelola juga menyiapkan wisata kuliner bagi wisatawan seusai berwisata arung jeram. Di sana disiapkan nasi liwet khas Cidaun yang disajikan dengan ayam bakar dan ikan bakar.

"Minumnya air kelapa muda yang tinggal memetik dari pohonnya," tuturnya.

Surya mengatakan, arung jeram bisa menjadi wisata baru di kawasan Cianjur selatan yang notabene masih alami. Namun, untuk pengembangannya butuh sentuhan dari Pemkab Cianjur maupun pihak investor agar wisatanya bisa lebih berkembang pesat.

"Di dekat lokasi arung jeram juga terdapat wisata religi. Ada makam Sembah Dalem dan Makam Eyang Ngabei. Nah potensi ini perlu dilihat pemerintah. Mudah-mudahan potensi ini bisa dikembangkan pemerintah sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.

Sekretaris Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cianjur, Munajat, mengatakan di Kabupaten Cianjur cukup banyak terdapat wisata alam yang bisa jadi unggulan menggaet wisatawan. Hanya keberadaannya belum tertata kelola dengan baik.

"Relatif cukup banyak wisata alam di Kabupaten Cianjur itu, tapi belum tereksplorasi dengan maksimal. Makanya bertahap kita akan tata kembali titik-titik destinasi wisata ini," tutur Munajat.

Kabupaten Cianjur memiliki hampir 27 lokasi destinasi wisata. Dari 27 titik lokasi destinasi wisata itu ada yang dikelola pemerintah daerah, ada juga yang dikelola pihak swasta.

"Relatif cukup banyak destinasi wisata di Cianjur, baik yang dikelola pemerintah daerah maupun swasta," tuturnya.

Secara umum, data kumulatif kunjungan wisatawan ke Kabupaten Cianjur selama tahun lalu mencapai lebih dari 1,9 juta orang terdiri dari wisatawan domestik dan mancanegara. Jumlah wisatawan domestik tercatat lebih kurang sebanyak 1,6 juta orang dan sisanya merupakan wisatawan mancanegara.

"Wisatawan domestik masih mendominasi kunjungan ke sejumlah destinasi wisata di Cianjur," ujar Munajat.

Sementara wisatawan mancanegara yang mendominasi berasal dari negara-negara di Eropa, seperti Belanda dan Jerman. Sisanya berasal dari Amerika Serikat serta sejumlah negara di Asia seperti Jepang, Malaysia, dan Thailand.

"Termasuk wisatawan dari negara-negara di Timur Tengah," tandasnya. (OL-3)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya