Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
WISATA alam perairan di Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tak hanya Pantai Jayanti saja.
Sejumlah kaum muda di wilayah itu tergabung dalam Komunitas Papalidan Cidaun (Kompacid) menginisiasi adanya wisata arung jeram dengan memanfaatkan aliran Sungai Cidamar sepanjang 13 kilometer di Kampung Cibeureum, Desa Gelar Pawitan.
"Awalnya hanya iseng-iseng saja. Waktu itu air Sungai Cidamar meluap. Arus airnya cukup bagus. Makanya kepikiran untuk membuat arung jeram," kata Ketua Kompacid, Surya, Jumat (15/2).
Waktu itu Surya dan rekan-rekannya memanfaatkan ban dalam truk untuk mencoba arus Sungai Cidamar. Lantas wisata river tubing dan rafting mulai dikenalkan kepada masyarakat.
"Ternyata pengunjungnya langsung membludak. Rata-rata sehari bisa 50 orang," tuturnya.
Fasilitas yang tersedia belum maksimal. Surya mengatakan saat ini pengelola baru bisa menyiapkan 2 unit perahu karet untuk rafting dan sebagian lagi memanfaatkan ban truk untuk river tubing.
"Untuk faktor keselamatan, kami siapkan juga helm dan deker. Kami juga memiliki instruktur," jelasnya.
Baca juga: Pengelola Wisata Alam Dilatih Pengurangan Risiko Bencana
Terdapat beberapa jenis wisata arung jeram. Untuk paket family rafting, arusnya tidak terlalu deras. Panjang treknya sekitar 2 kilometer dengan lama perjalanan sekitar 1 jam.
"Kami ambil start dari Kampung Jog-jogan dan finish di Desa Kertajadi. Kalau untuk paket dewasa arusnya cukup deras. Jarak tempuhnya mencapai 3 jam. Start di Kampung Ciangsana dan finish di Desa Kertajadi," tuturnya.
Pihak pengelola juga menyiapkan wisata kuliner bagi wisatawan seusai berwisata arung jeram. Di sana disiapkan nasi liwet khas Cidaun yang disajikan dengan ayam bakar dan ikan bakar.
"Minumnya air kelapa muda yang tinggal memetik dari pohonnya," tuturnya.
Surya mengatakan, arung jeram bisa menjadi wisata baru di kawasan Cianjur selatan yang notabene masih alami. Namun, untuk pengembangannya butuh sentuhan dari Pemkab Cianjur maupun pihak investor agar wisatanya bisa lebih berkembang pesat.
"Di dekat lokasi arung jeram juga terdapat wisata religi. Ada makam Sembah Dalem dan Makam Eyang Ngabei. Nah potensi ini perlu dilihat pemerintah. Mudah-mudahan potensi ini bisa dikembangkan pemerintah sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.
Sekretaris Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cianjur, Munajat, mengatakan di Kabupaten Cianjur cukup banyak terdapat wisata alam yang bisa jadi unggulan menggaet wisatawan. Hanya keberadaannya belum tertata kelola dengan baik.
"Relatif cukup banyak wisata alam di Kabupaten Cianjur itu, tapi belum tereksplorasi dengan maksimal. Makanya bertahap kita akan tata kembali titik-titik destinasi wisata ini," tutur Munajat.
Kabupaten Cianjur memiliki hampir 27 lokasi destinasi wisata. Dari 27 titik lokasi destinasi wisata itu ada yang dikelola pemerintah daerah, ada juga yang dikelola pihak swasta.
"Relatif cukup banyak destinasi wisata di Cianjur, baik yang dikelola pemerintah daerah maupun swasta," tuturnya.
Secara umum, data kumulatif kunjungan wisatawan ke Kabupaten Cianjur selama tahun lalu mencapai lebih dari 1,9 juta orang terdiri dari wisatawan domestik dan mancanegara. Jumlah wisatawan domestik tercatat lebih kurang sebanyak 1,6 juta orang dan sisanya merupakan wisatawan mancanegara.
"Wisatawan domestik masih mendominasi kunjungan ke sejumlah destinasi wisata di Cianjur," ujar Munajat.
Sementara wisatawan mancanegara yang mendominasi berasal dari negara-negara di Eropa, seperti Belanda dan Jerman. Sisanya berasal dari Amerika Serikat serta sejumlah negara di Asia seperti Jepang, Malaysia, dan Thailand.
"Termasuk wisatawan dari negara-negara di Timur Tengah," tandasnya. (OL-3)
Tim yang telah dibentuk sejak 11 November 2025 ini dijadwalkan bertugas hingga 13 Januari 2026
Asep menekankan bahwa pencapaian target PAD tidak bisa dilakukan oleh Bapenda sendirian.
Langkah strategis ini bertujuan meminimalkan konflik agraria serta mencegah eskalasi bencana lingkungan di wilayah Jawa Barat.
Dedi menyatakan bahwa inventarisasi dan penetapan batas sempadan oleh Kementerian PU akan menjadi "senjata" bagi pemerintah daerah untuk melakukan penegakan hukum secara tegas.
Faris menyatakan pesimisme terhadap upaya islah yang telah dilakukan.
Tepung kemasan bermerek membuat produk disukai pembeli dari berbagai wilayah
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved