Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Pengelola Wisata Alam Dilatih Pengurangan Risiko Bencana

Agus Utantoro
15/2/2019 11:50
Pengelola Wisata Alam Dilatih Pengurangan Risiko Bencana
Wisatawan bermain "stand up paddle" di aliran Sungai Opak, Kretek, Bantul, DI Yogyakarta, Rabu (9/1). Wisata yang menawarkan permaian "stand up padlle "di aliran sungai Opak tersebut menjadi alternatif saat berkunjung di Yogyakarta(ANTARA/Hendra Nurdiyansyah)

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan memberikan pelatihan pengurangan risiko bencana  kepada para pengelola kawasan wisata alam. 

Pelatihan ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman dan kemampuan para pengelola kawasan wisata alam ini bagaimana mereka akan menangani situasi yang terjadi.

"Semua pengelola kegiatan wisata alam, termasuk pula wisata sungai akan mendapatkan pelatihan dengan materi pengurangan risiko bencana," kata Kepala BPBD Kabupaten Bantul, Dwi Daryanto, Kamis (14/2).

Menurut Para pengelola kawasan wisata alam yang telah mendapatkan pelatihan diharapkan menerapkan prinsip-prinsip pengurangan risiko bencana. Bahkan, mereka diharapkan mampu menerapkan standar pengamanan agar saat terjadi bencana tidak ada korban.

 

Baca juga: RI - Selandia Baru Kembangkan Kerja Sama Mitigasi Bencana

 

Menurut dia, di wilayah Bantul banyak destinasi wisata alam yang memanfaatkan kawasan sungai. Padahal ancaman banjir di wilayah ini cukup tinggi terlebih saat hujan deras di wilayah utara.

Dengan adanya pengelola yang terlatih mitigasi bencana, lanjutnya, wisatawan yang datang pun akan merasa nyaman dan merasa aman, ketika mengunjungi kawasan wisata alam. Hal ini karena pengelola telah memiliki standar penanganan dan kesiapan yang tinggi  mengenai penanganan kebencanaan.

Dwi Daryanto menambahkan di wilayah Kabupaten Bantul, destinasi wisata alam yang berhubungan dengan sungai antara lain Taman Pelangi (Desa Trimulyo Kecamatan Jetis),  Taman Glugut di Desa Wonokromo, Kecamatan Pleret dan Wisata Kebonpring, di Desa Sri Mulyo, Kecamatan Piyungan.

Selain itu, imbuhnya lagi masih ada rintisan sejumlah destinasi wisata di aliran sungai yang lainnya.

"Karena itu para pengelolanya perlu mendapatkan pelatihan dan edukasi bagaimana pengurangan risiko bencana itu," ujarnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya