Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Lamongan, Jawa Timur (Jatim), menyatakan dua ekor sapi yang mati mendadak di Dusun Gedangan, Desa Gempol, Kecamatan Sukodadi, Lamongan, dipastkan bukan karena penyakit antraks.
Kematian hewan ternak itu terindikasi karena mengalami keracunan pertisida. Penyebab kematian ini dipastikan dari kajian Tim Dinas Peternakan setempat.
"Betul, dari kajian awal bukan disebabkan karena parasit darah atau antraks dan penyakit menular lainnya," terang Kepala Bagian Humas dan Protokoler Pemkab Lamongan, Agus Hendrawan kepada Media Indonesia, Kamis (15/2) siang.
Menuruit dia, kepastian itu didapatkan setelah Tim gabungan Pemkab, dari Dinas Peternakan serta Balai Besar Peyidikan Veterinary (BBPV) mengkaji penyebab matinya hewan ternak secara mendadak tersebut.
Baca juga: Beras Rusak tidak Bisa untuk Pakan Ternak
Kuat dugaan, kematian dua ekor sapi milik Suwardi, 60, peternak Dusun Gedangan, itu diperkirakan karena keracunan setelah memakan rumput yang mengandung pertisida. Perkiraan ini dikeluarkan meski hasil uji laboratorium BBPV yang ada di di Wates, Yogjakarta belum dirilis.
"Iya memang belum keluar tapi, kuaat dugaan karena keracunan dan bukan karena terjangkit virus berbahaya," pungkasnya.
Sebelumnya, pada Kamis (31/1) pagi, dua ekor sapi mmilik warga di Kecamatan Sukodadi, mati mendadak. Tim gabungan Pemkab dan Balai Besar Peyidikan Veterinary (BBPV) yang menerima laporan adanya ternak mati mendadak.
Selanjutnya Tim turun ke lokasi dan mengambil sampel untuk diperiksakan pada Laboratorium (BBPV) di Wates, Yogjakarta. Pada kesempatan itu, petugas juga memberikan penyuluhan pada para peternak agar tidak menimbulkan kepanikkan. (OL-3)
Kantor Kemenag Jatim menggelar Rukyatul Hilal awal Ramadan 2026 menjelang sidang isbat awal puasa yang digelar Selasa (17/2), bertepatan dengan 29 Sya’ban 1447 H di 21 titik lokasi di Jawa Timur
Pada 2025, Jawa Timur mencatatkan skor kinerja pelayanan publik terbaik nasional dengan angka 4,75 dari skala 5.
KPK juga terus meminta media untuk memberitakan kasus korupsi, agar pejabat takut apabila ingin memakan uang rakyat.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa angka ini merupakan hasil kesepakatan bersama yang mempertimbangkan berbagai indikator ekonomi makro.
Keberkahan Jawa Timur akan terwujud apabila seluruh masyarakat dapat menjalankan ajaran agama dan kepercayaannya masing-masing dengan sebaik-baiknya.
Selain fokus pada kemacetan, faktor keselamatan pengemudi juga menjadi prioritas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved