Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
AKIBAT banjir yang melanda Kabupaten Kudus dan Pati, Jawa Tengah, ratusan hektare tanaman padi di dua daerah tersebut mengalami gagal panen. Sebagian memilih panen dini dengan resiko harga gabah anjlok karena kualitas rendah.
Pemantauan Media Indonesia, Rabu (6/2), ratusan petani di Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus dan beberapa desa lain hanya bisa pasrah melihat areal persawahan yang terendam banjir dengan ketinggian air 1-1,5 meter. Walaupun saat ini kondisi banjir sudah menyusut dibanding sebelumnya.
Sebagian petani terpaksa memilih lakukan panen dini karena khawatir sama gagal panen. Seperti yang terjadi pada petani lainnya yang tanaman berusia 15-90 hari mati akibat terendam banjir yang lebih dari sepekan.
"Saya terpaksa lakukan panen dengan cara menggunakan rakit dan berendam, dari pada tidak dapat panen sama sekali," kata Wahyono, 45, petani di Undaan Kudus.
Baca juga: Bendungan Bakalan Ambrol Diterjang Banjir Bandang
Dari hasil panen di tengah banjir ini, ujar Supri,39, petani lainnya petani terpaksa menjual lebih murah karena kualitas gabah merosot. Dari setiap hektare hasil panen hanya dihargai tertinggi Rp25 juta, sedangkan tanaman yang selamat dari banjir laku Rp30 juta per hektare.
Hal serupa juga terjadi di Pati. Ratusan hektare sawah di Kecamatan Kayen,Pati terendam banjir beberapa waktu lalu menyisakan duka bagi petani. Setidaknya 300 hektare tanaman padi mengalami gagal panen karena mati dan hanyut terbawa air, terutama padi berusia muda dan baru selesai pemupukan.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Arin Nikmah mengatakan berdasarkan data yang ada jumlah lahan tanaman padi terendam banjir di Kudus mencapai 800 hektare dengan 532 hektare di antaranya gagal panen (puso).
"Ratusan lahan persawahan yang terendam banjir terjadi di puluhan desa tersebar di lima kecamatan yakni Mejobo, Jati, Kaliwungu, Jekulo, dan Undaan," kata Arin Nikmah.
Di Kecamatan Mejobo, lanjut Arin, sebanyak 222 hektare lahan tanaman padi, di Kecamatan Jati terdapat 206 hektare, di Kecamatan Kaliwungu 156 hektare, di Kecamatan Jekulo 168 hektare dan di Kecamatan Undaan 48 hektare.
Sementara dari 800 hektare sawah yang terendam banjir itu, ujar Arin Nikmah, 532 hektare di antaranya alami gagal panen tersebar di lima kecamatan tersebut yakni di Kecamatan Jati seluas 183 hektate, Kecamatan Mejobo seluas 153 hektare, Kecamatan Jekulo seluas 88 hektare, Kecamatan Kaliwungu seluas 67 hektare dan Kecamatan Undaan seluas 41 hektare. (OL-3)
Kondisi cuaca signifikan ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan pengaruh tidak langsung dari Siklon Tropis Luana yang terpantau bergerak di selatan perairan Indonesia.
Selain Jakarta, wilayah penyangga juga diprediksi akan mengalami cuaca basah.
PERUMAHAN Grand Texpia, Kecamatan Ciasem, Pantura Subang, masih terendam banjir meski ketinggian air mulai berkurang.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat masih ada 1.600 warga di Jakarta yang mengungsi akibat banjir.
Banjir di Kabupaten Kudus hingga Minggu (25/1) juga masih merendam 9 desa di 4 kecamatan antara lain Desa Karangrowo, Ngemplak, Tanjungkarang, Jetiskapuan, Jati Wetan, Payaman.
Perpanjangan dilakukan karena masih adanya wilayah terdampak banjir serta tingginya potensi bencana susulan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved