Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Jakarta masih Jadi Magnet, 35% Pendatang Nekat Mengadu Nasib

 Gana Buana
03/4/2026 15:14
Jakarta masih Jadi Magnet, 35% Pendatang Nekat Mengadu Nasib
Dukcapil Jakarta mencatat 34,97% pendatang ke Jakarta bertujuan mencari kerja.(Dok. Antara)

PESONA Jakarta sebagai pusat ekonomi nasional belum pudar. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa hampir 35% pendatang baru yang masuk ke Ibu Kota memiliki tujuan utama untuk mencari lapangan pekerjaan.

Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta, Denny Wahyu Haryanto, menegaskan bahwa dominasi usia produktif menjadi motor utama gelombang urbanisasi ini. Berdasarkan data terbaru, alasan mencari kerja mencapai 34,97%, melampaui alasan keluarga (32,58%) maupun pendidikan (3,49%).

"Kalau datang ke Jakarta itu pasti untuk mencari kerja. Faktor-faktor untuk mencari pekerjaan itu dikuatkan dengan jumlah usia produktif yang paling tinggi," ujar Denny dalam sebuah siniar kependudukan di Jakarta, Jumat (3/4).

Namun, di balik angka tersebut, terselip tantangan besar bagi tata kota Jakarta. Sebanyak 78,71% pendatang tercatat hanya memiliki latar belakang pendidikan SMA sederajat ke bawah. Kondisi ini berimplikasi pada daya serap tenaga kerja yang mayoritas hanya mampu masuk ke sektor informal dengan penghasilan rendah.

Potret kemiskinan kota juga membayangi para pendatang baru ini. Dukcapil mencatat sekitar 21,05% dari mereka terpaksa tinggal di RW kumuh, kawasan padat penduduk, serta wilayah perbatasan Jakarta karena keterbatasan biaya.

Denny menambahkan, kemudahan akses layanan publik seperti transportasi, kesehatan, dan pendidikan tetap menjadi magnet utama yang menarik minat warga daerah. Meski demikian, tren jumlah pendatang pascalibur Lebaran sebenarnya terus menurun sejak 2022, dari 27.478 orang menjadi 16.049 orang pada 2025.

"Data ini bisa dijadikan bahan program terkait pembinaan UMKM dan bagaimana mengelola sektor informal menjadi lebih formal," pungkas Denny.

Saat ini, Pemprov DKI melalui Dinas Dukcapil terus melakukan pendataan intensif melalui layanan jemput bola yang dijadwalkan berlangsung hingga 30 April 2026 untuk memastikan seluruh pendatang terdata secara administratif.

Data Statistik Pendatang Jakarta (Per April 2026):

- Total Pendatang Baru: 1.776 orang (per 1 April 2026).
- Usia Produktif (15-64 tahun): 77,84%.
- Pendidikan SMA ke Bawah: 78,71%.
- Asumsi Berpenghasilan Rendah: 58,96%.

(Ant/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya