Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PESONA Jakarta sebagai pusat ekonomi nasional belum pudar. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa hampir 35% pendatang baru yang masuk ke Ibu Kota memiliki tujuan utama untuk mencari lapangan pekerjaan.
Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta, Denny Wahyu Haryanto, menegaskan bahwa dominasi usia produktif menjadi motor utama gelombang urbanisasi ini. Berdasarkan data terbaru, alasan mencari kerja mencapai 34,97%, melampaui alasan keluarga (32,58%) maupun pendidikan (3,49%).
"Kalau datang ke Jakarta itu pasti untuk mencari kerja. Faktor-faktor untuk mencari pekerjaan itu dikuatkan dengan jumlah usia produktif yang paling tinggi," ujar Denny dalam sebuah siniar kependudukan di Jakarta, Jumat (3/4).
Namun, di balik angka tersebut, terselip tantangan besar bagi tata kota Jakarta. Sebanyak 78,71% pendatang tercatat hanya memiliki latar belakang pendidikan SMA sederajat ke bawah. Kondisi ini berimplikasi pada daya serap tenaga kerja yang mayoritas hanya mampu masuk ke sektor informal dengan penghasilan rendah.
Potret kemiskinan kota juga membayangi para pendatang baru ini. Dukcapil mencatat sekitar 21,05% dari mereka terpaksa tinggal di RW kumuh, kawasan padat penduduk, serta wilayah perbatasan Jakarta karena keterbatasan biaya.
Denny menambahkan, kemudahan akses layanan publik seperti transportasi, kesehatan, dan pendidikan tetap menjadi magnet utama yang menarik minat warga daerah. Meski demikian, tren jumlah pendatang pascalibur Lebaran sebenarnya terus menurun sejak 2022, dari 27.478 orang menjadi 16.049 orang pada 2025.
"Data ini bisa dijadikan bahan program terkait pembinaan UMKM dan bagaimana mengelola sektor informal menjadi lebih formal," pungkas Denny.
Saat ini, Pemprov DKI melalui Dinas Dukcapil terus melakukan pendataan intensif melalui layanan jemput bola yang dijadwalkan berlangsung hingga 30 April 2026 untuk memastikan seluruh pendatang terdata secara administratif.
Data Statistik Pendatang Jakarta (Per April 2026):
- Total Pendatang Baru: 1.776 orang (per 1 April 2026).
- Usia Produktif (15-64 tahun): 77,84%.
- Pendidikan SMA ke Bawah: 78,71%.
- Asumsi Berpenghasilan Rendah: 58,96%.
(Ant/Z-10)
Dukcapil DKI Jakarta akan mendata pendatang baru pasca Lebaran 2026 hingga 20 April. Pendatang wajib lapor 1x24 jam dan memenuhi syarat tinggal serta keterampilan.
Layanan pelaporan pendatang sebenarnya telah dibuka sejak 25 Maret 2026 di seluruh titik layanan Dukcapil, mulai dari tingkat Suku Dinas, kecamatan, hingga kelurahan.
Gubernur DKI Pramono Anung prediksi 10-12 ribu pendatang baru masuk Jakarta pasca-Lebaran 2026. Pastikan tak ada operasi yustisia, namun pendatang wajib punya keahlian.
Gubernur Pramono Anung peringatkan pemudik agar tak beri harapan palsu pada calon pendatang. Jakarta terbuka tanpa razia KTP, tapi siapkah Anda bertarung?
Jakarta tetap menjadi kota terbuka bagi siapa saja yang ingin mengadu nasib.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved