Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Tol MBZ Sempat Lumpuh 1,5 Jam, Polri Berlakukan Buka-Tutup Situasional

 Gana Buana
19/3/2026 19:08
Tol MBZ Sempat Lumpuh 1,5 Jam, Polri Berlakukan Buka-Tutup Situasional
Korlantas Polri sempat menutup Tol MBZ selama 1,5 jam pada puncak arus mudik 2026 akibat volume kendaraan yang meledak.(Dok. Jasa Marga)

KORPS Lalu Lintas (Korlantas) Polri mengambil langkah diskresi dengan menutup sementara akses tol layang Mohamed Bin Zayed (MBZ) pada Kamis (19/3) siang. Kebijakan situasional ini dilakukan menyusul lonjakan volume kendaraan yang sangat ekstrem pada puncak arus mudik Lebaran 2026.

Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho mengonfirmasi bahwa penutupan berlangsung selama kurang lebih 1,5 jam. Hal ini dilakukan karena kepadatan di atas tol layang sudah mencapai titik maksimal, meskipun skema one way nasional telah diaktifkan sejak pagi hari.

Data Statistik Kendaraan:

  • Total Kendaraan (Kamis Pagi): 270.000 unit
  • Total Kendaraan (Selasa): 221.000 unit
  • Persentase Kenaikan: 200,54% dari volume normal harian

Puncak Arus Mudik Lebih Tinggi dari Prediksi

Menurut Irjen Pol. Agus, dinamika mudik tahun ini menunjukkan pola yang berbeda.

"Tahun ini agak sedikit berbeda karena kami tadi harus menutup MBZ untuk sementara. Karena sudah kami lakukan one way nasional, tetapi puncak arusnya masih tinggi," ungkapnya di Posko Command Center KM 29 Tol Cikampek.

Selama akses tol layang ditutup, petugas mengarahkan seluruh pemudik untuk melintasi jalur bawah Tol Jakarta-Cikampek. Langkah ini krusial mengingat karakteristik Tol MBZ yang tidak memiliki rest area, sehingga kepadatan di atas jalur tersebut berisiko tinggi bagi keselamatan pengendara jika terjadi kemacetan total.

Normalisasi Arus Lalu Lintas

Setelah melakukan pengaturan beban arus melalui skema contraflow di jalur bawah, Polri akhirnya membuka kembali akses MBZ.

"MBZ tadi kita tutup hampir 1,5 jam. Karena langkah-langkah daripada contraflow sudah selesai, kita buka lagi dan alhamdulillah sekarang lancar," jelas Agus.

Pihak PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) mencatat sebanyak 63.275 kendaraan meninggalkan Jakarta via MBZ hanya dalam kurun waktu singkat pada awal periode mudik.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, memastikan kondisi fisik prima, dan mengecek kecukupan bahan bakar sebelum naik ke jalur layang MBZ guna mengantisipasi rekayasa buka-tutup susulan. (Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik