Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
KABAR baik bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kota Tangerang dan sekitarnya. Layanan Catheterization Laboratory (Cath Lab) di RSUD Kota Tangerang kini resmi siap melayani peserta BPJS Kesehatan untuk penanganan penyakit jantung dan stroke secara cepat, akurat, dan minimal invasif.
Peresmian kerja sama Instalasi Pelayanan Kardioserebrovaskular Terpadu (IPKT) antara RSUD Kota Tangerang dan BPJS Kesehatan dilakukan pada Sabtu (14/2) oleh Wali Kota Tangerang Sachrudin bersama Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Octavianus, Gubernur Banten Andra Soni, serta Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti.
Dalam kesempatan tersebut, Wamenkes menyampaikan apresiasi atas sinergi yang memungkinkan masyarakat mendapatkan layanan cath lab dengan pembiayaan melalui BPJS.
“Saya sangat mengapresiasi kolaborasi yang baik hingga pelayanan Cath Lab ini hadir untuk pengobatan dan terapi pasien jantung dan stroke. Fasilitasnya setara rumah sakit jantung nasional, dan bisa ditanggung BPJS alias gratis. Ini kabar baik bagi masyarakat,” ungkapnya.
Dengan hadirnya fasilitas ini, peserta BPJS di Kota Tangerang kini tidak perlu lagi dirujuk jauh ke luar daerah untuk mendapatkan tindakan kateterisasi jantung. Penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga risiko komplikasi berat akibat serangan jantung maupun stroke dapat ditekan.
Selain penguatan layanan kuratif, pemerintah juga menghadirkan Pos Kesehatan Merah Putih sebagai langkah preventif. Wamenkes menegaskan pentingnya deteksi dini agar masyarakat tidak sampai mengalami kondisi darurat.
“Jangan sampai terlanjur sakit. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Kalau masyarakat lebih sehat, anggaran pengobatan akan lebih optimal dan tidak terlalu membebani pemerintah daerah maupun BPJS,” jelasnya.
Gubernur Banten Andra Soni menambahkan, dua Pos Kesehatan Merah Putih di Kota Tangerang telah hadir di Pasar Anyar dan Pasar Ciledug. Lokasi tersebut dipilih karena menjadi pusat aktivitas warga, sehingga layanan pemeriksaan dasar seperti cek gula darah dan kolesterol dapat diakses lebih mudah.
“Di pasar, pusat interaksi warga terjadi setiap hari. Di sana masyarakat bisa cek gula darah, kolesterol, dan pemeriksaan dasar lainnya. Ini bentuk nyata mendekatkan layanan promotif dan preventif agar beban rumah sakit bisa berkurang,” terangnya.
Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan bahwa kesiapan layanan cath lab bagi peserta BPJS ini merupakan hasil kolaborasi pentahelix antara pemerintah, BPJS, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Alhamdulillah, berkat dukungan Gubernur dan seluruh stakeholder, operasional Cath Lab dapat berjalan dan Pos Kesehatan Merah Putih hadir di Kota Tangerang. Ini bukti bahwa ketika kita bersatu dan berkolaborasi, layanan kesehatan berkualitas bisa dihadirkan untuk masyarakat,” ujar Sachrudin.
Usai peresmian, Wamenkes dan rombongan meninjau langsung fasilitas cath lab serta Pos Kesehatan Merah Putih di Pasar Anyar dan Pasar Ciledug.
Dengan resminya kerja sama ini, Cath Lab RSUD Kota Tangerang kini siap menjadi garda terdepan pelayanan jantung dan stroke bagi peserta BPJS, sekaligus memperkuat sistem kesehatan daerah menuju masyarakat Banten yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera.(H-2)
BPJS Kesehatan buka suara soal wacana kenaikan iuran JKN 2026. Simak rincian tarif iuran kelas 1, 2, dan 3 yang berlaku saat ini serta skema gotong royongnya.
BPJS Kesehatan meluncurkan program TANGGAP untuk menghimpun aspirasi pemangku kepentingan guna memperkuat kualitas layanan JKN di Indonesia.
Kepala BGN Dadan Hindayana berharap penerima manfaat dan pekerja yang terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat terlindungi dengan BPJS Kesehatan.
Selain jaminan melalui BPJS, Pemprov Kalteng juga menyiapkan jaring pengaman tambahan bagi warga tidak mampu yang belum terdaftar namun mengalami kondisi gawat darurat.
Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menekankan pentingnya sistem jaminan kesehatan nasional.
Mensos Saifullah Yusuf mengatakan peserta PBI BPJS Kesehatan dari 11 juta 896 peserta PBI BPJS Kesehatan yang dinonaktifkan, sudah aktif kembali
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved