Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Polres Bogor Terjunkan Tim Medis ke Lokasi Banjir Bandang Babakan Madang

Dede Susianti
12/2/2026 21:59
Polres Bogor Terjunkan Tim Medis ke Lokasi Banjir Bandang Babakan Madang
Pemberian bantuan kepada korban terdampak banjir di Babakan Madang, Bogor.(Dok Humas Polres Brebes)

JAJARAN Polres Bogor melakukan langkah cepat untuk membantu warga terdampak banjir bandang di Desa Cijayanti dan Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. 

Sejumlah tim medis diterjunkan dalam bakti kesehatan. Begitu juga dengan penyaluran bantuan logistik bagi ratusan warga di Kampung Cicarewed. 

Kapolres Bogor, Ajun Komisaris Besar Wikha Ardilestanto, melalui Kasi Dokkes Polres Bogor, dr. Elynda, menyatakan, tim medis dikerahkan  ke lokasi bencana demi memastikan kondisi kesehatan warga pasca terendam banjir setinggi 1,5 hingga 2 meter.

"Hari ini tim Dokkes Polres Bogor telah melayani sebanyak 155 warga yang memeriksakan kesehatannya. Mayoritas warga mengeluhkan penyakit pasca banjir seperti ISPA, dermatitis atau penyakit kulit, hipertensi. Ada juga gangguan pencernaan (gastritis)," ungkap dr. Elynda.

Tanggap darurat

Sebelumnya, curah hujan tinggi pada Rabu sore menyebabkan meluapnya Kali Cisarapati yang merendam pemukiman dan fasilitas umum jalan  di Desa Cijayanti dan Bojong Koneng.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten, ada sebanyak 144 rumah atau kepala keluarga (KK) yang terdampak. 

Kapolsek Babakan Madang, AKP Trias Karso Yuliantoto, melaporkan bahwa selain merendam pemukiman, banjir juga menyebabkan sejumlah dinding rumah warga roboh dan lantai amblas.

"Personel gabungan dari Polsek, Sat Samapta Polres Bogor, TNI, dan instansi terkait sudah berada di lokasi sejak Rabu malam untuk melakukan evakuasi dan membantu warga membersihkan sisa-sisa lumpur," terang AKP Trias.

Selain layanan kesehatan, Polres Bogor bekerja sama dengan Kesatuan Brimob Cikeas juga mendirikan dapur umum dan fasilitas water treatment (pengolahan air bersih) di lokasi pengungsian.

"Kami menyediakan sedikitnya 400 porsi makanan siap saji dari dapur umum setiap harinya, untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga yang rumahnya masih dalam proses pembersihan. Fasilitas air bersih juga disiagakan untuk memenuhi kebutuhan sanitasi warga," tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi air telah surut sepenuhnya dan warga mulai kembali ke rumah masing-masing dengan pendampingan personel kepolisian untuk kerja bakti massal. 

Polres Bogor mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Bogor mencatat ada 24 titik/kecamatan yang rawan terhadap bencana. Namun demikian,  warga di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor, diminta untuk tetap waspada. 

"Titik rawan berdasarkan data kami ada 24 kecanatan. Data yang kami miliki, di tahun 2025 lalu, di seluruh kecamatan (40 kecamatan) ada titik bencananya. Hanya saja intensitas yang tinggi di Caringin, Puncak," tutup Kepala Pelaksanan BPBD Kabupaten Bogor Ade Hasrat. (DD/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya