Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Katulampa Siaga 3, Pemprov DKI Antisipasi Kiriman Air Ciliwung

Golda Eksa
30/1/2026 15:58
Katulampa Siaga 3, Pemprov DKI Antisipasi Kiriman Air Ciliwung
Pengendara motor melintas di jembatan Bendung Katulampa, Bogor, Jawa Barat .(Antara)

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiagakan seluruh infrastruktur pengendalian banjir menyusul kenaikan status Bendung Katulampa, Bogor, ke level Siaga 3 sejak Kamis (29/1) malam. Langkah antisipasi dilakukan untuk memitigasi dampak luapan Sungai Ciliwung di wilayah Ibu Kota.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo, menyatakan pihaknya terus memantau pergerakan debit air secara intensif. Menurutnya, koordinasi antarwilayah dan kesiapan pintu air menjadi prioritas utama saat ini.

“Katulampa dari kemarin, 15 jam yang lalu, sudah Siaga 3. Kami di Jakarta sudah mempersiapkan diri untuk itu,” kata Pramono saat dijumpai di Kawasan Rorotan, Jakarta Utara, Jumat (30/1).

Buka Aliran Air Baru
Pramono menjelaskan bahwa kenaikan muka air tidak hanya terjadi di hulu, tetapi juga mulai terpantau di Pintu Air Manggarai. Sebagai langkah taktis untuk mengurangi beban tekanan air di sepanjang Sungai Ciliwung, Pemprov DKI mulai melakukan pengalihan arus ke sejumlah titik drainase yang sebelumnya jarang difungsikan.

“Beberapa daerah yang selama ini tidak tersentuh harus dibuka aliran airnya supaya air bisa turun ke laut. Itu sudah dilakukan sejak sekitar dua jam yang lalu,” jelas Pramono.

Pihaknya berharap langkah tersebut efektif menurunkan debit air Sungai Ciliwung yang terus merangkak naik. Namun, ia mengakui adanya tantangan alam berupa siklus pasang surut air laut di pesisir Jakarta yang menghambat percepatan pembuangan air.

“Sekarang ini sedang pasang naik. Kalau pasang turun, saya yakin airnya bisa segera terdorong ke laut,” ujar Pramono.

Infrastruktur Dinilai Siap
Secara keseluruhan, Pramono meyakini infrastruktur pengendali banjir di sepanjang aliran Ciliwung saat ini sudah dalam kondisi prima. Fungsi teknis pintu air dan normalisasi sungai dinilai cukup memadai untuk menghadapi kiriman air dari hulu.

“Untuk Ciliwung, fasilitas aliran sungainya sudah sangat baik, termasuk pintu-pintunya. Hanya saja, permukaan air laut relatif masih tinggi,” ungkap Pramono.

Pemprov DKI mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan air yang bisa terjadi sewaktu-waktu, terutama saat puncak musim hujan. (Ant/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya