Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

BNPB: Lebih dari 1.600 Warga Jakarta masih Mengungsi akibat Banjir

Media Indonesia
25/1/2026 15:35
BNPB: Lebih dari 1.600 Warga Jakarta masih Mengungsi akibat Banjir
Banjir di Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (25/1/2026).(Dok BPBD DKI)

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat masih ada 1.600 warga di Jakarta yang mengungsi akibat banjir. BNPB juga enegaskan bahwa pemerintah saat ini memusatkan perhatian pada penanganan dampak banjir sekaligus pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh curah hujan tinggi yang terjadi sejak Kamis (22/1). Kondisi tersebut menyebabkan genangan meluas ke 20 kelurahan yang tersebar di enam kecamatan di wilayah Jakarta.

"Sedikitnya 585 kepala keluarga atau 1.623 jiwa terpaksa mengungsi ke sejumlah lokasi pengungsian," kata dia.

Abdul Muhari memaparkan bahwa wilayah Jakarta Timur menjadi salah satu daerah dengan jumlah lokasi pengungsian terbanyak. Sejumlah warga ditempatkan di Mushala Al Islah dan Saung Lapangan Tenis RW 03 Kelurahan Cawang, Aula Kelurahan Bidara Cina, Masjid Al Abror RW 11, Gedung SKKT RW 11 Kelurahan Bidara Cina, serta SDN Kampung Melayu 01 dan 02 dan Masjid Jami Ittihadul Ikhwan di Kelurahan Kampung Melayu.

Sementara itu, di Jakarta Barat, pengungsian berada di empat kelurahan, yakni Rawa Buaya, Kembangan Selatan, Kembangan Utara, dan Duri Kosambi. Lokasi yang digunakan meliputi masjid, mushala, balai warga, sekolah dasar, hingga fasilitas perkantoran. Jumlah pengungsi terbanyak tercatat berada di SDN 07 Rawa Buaya dan beberapa sekolah lain di wilayah tersebut.

Adapun di Jakarta Utara, warga terdampak banjir tercatat mengungsi di kawasan Gang Masjid Nurul Jannah RW 02, Kelurahan Kapuk Muara.

"Kebutuhan dasar pengungsi juga dipastikan terpenuhi selama berada di lokasi pengungsian, meliputi makanan siap saji, air bersih, pakaian, layanan sanitasi, dan kebutuhan lainnya," kata dia.

Lebih lanjut, Abdul menyampaikan bahwa laporan dari BPBD Jakarta menunjukkan adanya perbaikan kondisi genangan pada Minggu (25/1) pagi. Beberapa wilayah dilaporkan telah surut, di antaranya Kelurahan Cililitan, Kembangan Selatan, dan Kembangan Utara. Meski demikian, masih terdapat 14 RT di Jakarta Timur dan Jakarta Utara yang tergenang dengan ketinggian air berkisar antara 30 hingga 80 sentimeter.

Genangan paling tinggi terpantau terjadi di Kelurahan Kampung Melayu. Luapan Sungai Ciliwung menyebabkan air setinggi 80 sentimeter menggenangi area permukiman warga.

Untuk mempercepat penanganan, tim gabungan yang disiapkan oleh pemerintah provinsi masih disiagakan di lapangan. Petugas terus memantau proses penyedotan air, pembersihan saluran, serta memastikan sistem drainase berfungsi optimal bersama aparat wilayah setempat. (Ant/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya