Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Penyebab Banjir Jakarta 22 Januari 2026: Curah Hujan Tinggi dan Krisis Lahan Serapan

Media Indonesia
22/1/2026 21:37
Penyebab Banjir Jakarta 22 Januari 2026: Curah Hujan Tinggi dan Krisis Lahan Serapan
Kendaraan menerobos banjir yang menggenangi ruas Jalan Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (22/1/2026).(MI/Usman Iskandar.)

BANJIR melanda Jakarta hari ini (22/1). Berdasarkan keterangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta terdapat beberapa penyebab banjir Jakarta.

Penyebab Utama Banjir Jakarta Hari Ini

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menjelaskan bahwa penyebab utama banjir kali ini ialah curah hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem yang merata di seluruh wilayah Jakarta dan sekitarnya. "Genangan terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur Jakarta sejak pagi hingga sore hari," ujar Yohan.

Selain faktor cuaca, pemerintah pusat melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyoroti faktor struktural yang memperparah keadaan. Prasetyo mengungkapkan bahwa berkurangnya daerah tangkapan air alami menjadi pemicu banjir sulit dikendalikan.

"Wilayah Jabodetabek ini dulunya memiliki kurang lebih 1.000 situ atau telaga yang menjadi reservoir. Menurut data terakhir, kini hanya tersisa sekitar 200 situ. Pendangkalan sungai dan perubahan tata ruang juga sangat berpengaruh," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan.

Data Wilayah Terdampak dan Titik Genangan

Berdasarkan data terbaru, Jakarta Barat menjadi wilayah terdampak paling parah dengan ketinggian air mencapai 90-110 cm, khususnya di Kelurahan Sukabumi Selatan dan Kedaung Kali Angke. Di Jakarta Selatan, Kelurahan Petogogan mencatat jumlah RT terdampak terbanyak mencapai 26 RT.

Berikut beberapa ruas jalan utama yang tergenang dan menghambat mobilitas warga:

  • Jalan Daan Mogot KM 13, Jakarta Barat (25 cm)
  • Jalan Gaya Motor Raya, Jakarta Utara (30-50 cm)
  • Jalan Kemang Utara IX, Jakarta Selatan (20-40 cm)
  • Jalan Letjen Suprapto, Jakarta Pusat (10-30 cm)

Peringatan Dini dan Imbauan

BMKG dan BPBD DKI Jakarta telah mengeluarkan status "AWAS" untuk potensi hujan ekstrem yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga Jumat (23/1/2026). Masyarakat diimbau untuk selalu waspada, terutama bagi yang tinggal di bantaran sungai.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, memastikan personel gabungan dari Dinas SDA, Bina Marga, dan Gulkarmat terus disiagakan untuk melakukan penyedotan genangan di titik-titik krusial agar air segera surut. Dalam kondisi darurat, warga diminta segera menghubungi layanan Jakarta Siaga di nomor 112.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya