Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

4 Strategi Menghindari Ruas Jalan Banjir di Jakarta

 Gana Buana
22/1/2026 20:31
4 Strategi Menghindari Ruas Jalan Banjir di Jakarta
Pelajari cara efektif menghindari titik banjir di Jakarta.(MI/Usman Iskandar)

JAKARTA dan banjir seolah menjadi dua hal yang sulit dipisahkan saat curah hujan ekstrem melanda. Bagi para komuter, tantangan utamanya adalah bagaimana tetap bisa bermobilitas tanpa harus merusak kendaraan atau terjebak kemacetan berjam-jam akibat genangan air.

Memahami pola banjir Jakarta dan memanfaatkan alat pemantau digital adalah kunci keselamatan Anda.

1. Memahami Peta Kerawanan Banjir di Jakarta

Banjir di Jakarta umumnya dipicu oleh dua faktor utama: curah hujan lokal yang tinggi dan kiriman air dari wilayah hulu (Bogor/Depok). Berdasarkan data historis dari BPBD DKI Jakarta, terdapat beberapa ruas jalan yang menjadi "langganan" genangan air setiap tahunnya.

Jakarta Selatan

  • Kawasan Kemang: Jalan Kemang Raya dan Kemang Utara IX sering terdampak luapan Kali Krukut.
  • Pondok Labu & Cilandak: Jalan Pondok Labu Raya dan area sekitar Fatmawati sering mengalami genangan cepat saat hujan lebat.
  • Kebayoran Lama: Jalan Sultan Iskandar Muda (depan Gandaria City) sering tergenang akibat drainase yang meluap.

Jakarta Utara

  • Kelapa Gading: Jalan Boulevard Barat dan Boulevard Raya adalah titik paling rawan karena topografi wilayah yang rendah.
  • Pluit & Muara Baru: Kawasan ini sering menghadapi ancaman banjir rob (air pasang laut) selain dari curah hujan.

Jakarta Barat

  • Daan Mogot: Ruas jalan di sekitar Samsat hingga jembatan gantung sering kali tidak bisa dilalui kendaraan kecil saat hujan ekstrem.
  • Kedoya & Kebon Jeruk: Jalan Panjang dan area sekitar Green Garden merupakan titik langganan genangan.

2. Memanfaatkan Teknologi Pantau Banjir Real-Time

Di era digital, Anda tidak perlu lagi menebak-nebak kondisi jalan. Berikut adalah instrumen digital yang wajib ada di ponsel Anda:

  • Aplikasi JAKI (Jakarta Kini): Melalui fitur "Peta Pantau Banjir", warga dapat melihat status tinggi muka air (TMA) dan laporan genangan berbasis RT secara akurat.
  • Google Maps & Waze: Keduanya sangat efektif mendeteksi kemacetan yang tidak biasa. Jika rute berubah menjadi merah pekat atau terdapat ikon peringatan banjir, segera cari rute alternatif.
  • Pantaubanjir.jakarta.go.id: Situs resmi pemerintah yang menyediakan data CCTV live dari berbagai pintu air dan ruas jalan utama.
  • Media Sosial TMC Polda Metro Jaya: Akun X (Twitter) @TMCPoldaMetro adalah sumber tercepat untuk informasi pengalihan arus lalu lintas akibat banjir.

3. Strategi Perencanaan Perjalanan

Perencanaan yang matang dapat menyelamatkan Anda dari situasi darurat. Sebelum memutar kunci kontak, lakukan langkah berikut:

  1. Cek Prediksi BMKG: Pantau prakiraan cuaca harian. Jika ada peringatan dini hujan lebat di siang atau sore hari, pertimbangkan untuk berangkat lebih awal atau menunda kepulangan.
  2. Identifikasi Jalur Alternatif: Jangan hanya terpaku pada satu jalur utama. Hafalkan jalur-jalur yang memiliki elevasi tanah lebih tinggi, meskipun jaraknya sedikit lebih jauh.
  3. Hindari Underpass: Saat hujan sangat deras, hindari melewati underpass (terowongan) seperti Underpass Dukuh Atas atau Senen jika tanda-tanda genangan sudah mulai terlihat.

4. Tips Teknis: Jika Terpaksa Melintasi Genangan

Jika Anda sudah berada di jalan dan tidak ada pilihan lain selain melintasi air, perhatikan aturan keselamatan ini:

  • Amati Kendaraan di Depan: Gunakan mobil di depan sebagai patokan. Jika air mencapai lebih dari setengah roda mobil sejenis, jangan memaksakan diri.
  • Gunakan Gigi Rendah: Untuk mobil manual, gunakan gigi 1. Untuk matik, pindahkan ke posisi L atau 1. Tujuannya adalah menjaga putaran mesin tetap stabil agar air tidak masuk ke saluran pembuangan (knalpot).
  • Jangan Matikan Mesin: Jika mobil tiba-tiba mogok di tengah air, jangan mencoba menyalakan mesin kembali. Hal ini dapat menyebabkan water hammer yang merusak mesin secara permanen. Segera evakuasi kendaraan secara manual.
  • Keringkan Rem: Setelah berhasil melewati banjir, injak pedal rem berkali-kali secara perlahan sambil berjalan untuk mengeringkan piringan rem agar daya cengkeram kembali normal.

People Also Ask (FAQ)

1. Apa aplikasi terbaik untuk pantau banjir Jakarta?
Aplikasi JAKI (Jakarta Kini) dan Google Maps adalah kombinasi terbaik untuk melihat data resmi pemerintah dan kondisi lalu lintas real-time.

2. Wilayah Jakarta mana yang paling sering banjir?
Secara historis, Kelapa Gading (Utara), Kemang (Selatan), dan Cawang (Timur) adalah wilayah yang paling sering terdampak.

3. Berapa ketinggian air yang aman untuk dilewati mobil?
Batas aman maksimal adalah setengah dari tinggi roda kendaraan Anda. Jika air sudah menutupi knalpot, risiko mogok sangat tinggi.

4. Bagaimana cara mengetahui jalan ditutup karena banjir?
Pantau akun X @TMCPoldaMetro atau dengarkan radio berita seperti Elshinta untuk pembaruan pengalihan arus lalu lintas.

5. Apa yang harus dilakukan jika mobil mogok di tengah banjir?
Segera matikan kelistrikan, jangan starter ulang mesin, dan minta bantuan untuk mendorong mobil ke tempat yang lebih tinggi.

6. Kapan puncak musim hujan di Jakarta biasanya terjadi?
Puncak musim hujan biasanya terjadi antara bulan Januari hingga Februari setiap tahunnya.

7. Apakah Google Maps akurat memantau banjir?
Google Maps cukup akurat dalam mendeteksi hambatan jalan (road closure), namun data ketinggian air lebih akurat di aplikasi JAKI.

8. Dimana bisa melihat CCTV banjir Jakarta secara live?
Anda bisa mengaksesnya melalui situs pantaubanjir.jakarta.go.id atau fitur CCTV di aplikasi JAKI.

9. Apa nomor darurat jika terjebak banjir di jalan?
Hubungi layanan darurat Jakarta Siaga di nomor 112 (bebas pulsa).

10. Bagaimana cara klaim asuransi mobil akibat banjir?
Pastikan polis asuransi Anda memiliki perluasan jaminan (extended cover) untuk bencana alam/banjir, dan segera foto kondisi mobil saat kejadian untuk bukti klaim.

Catatan: Artikel ini merupakan panduan umum. Selalu prioritaskan instruksi dari petugas di lapangan dan jangan memaksakan perjalanan jika kondisi cuaca tidak memungkinkan. Keselamatan nyawa adalah prioritas utama di atas segalanya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya