Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
MASALAH sampah di wilayah Tangerang Selatan ( Tangsel) menjadi sorotan dan ulasan pada pengajian bulanan Majelis Taklim ( MT) Nirwana di Musholla An Nur, Kedaung, Pamulang, Sabtu ( 17/1).
"Kita percayakan solusi masalah sampah di Tangsel oleh pihak pemerintah kota atau Pemkot Tangsel juga kepada wakil rakyat kita di DPRD Tangsel," kata Ustadz Arsyid saat tausiyah di MT Nirwana tersebut.
Hadir pada acara ini anggota DPRD Tangsel Yayang Bachtiar,Ketua MT Nirwana Nurdin,Ketua DKM Musholla An Nur H Abdullah, para Ketua RW dan Ketua RT di lingkungan desa Kedaung dan Sarua serta Pamulang.
Arsyid meyakini optimis pihak Pemkot dan Dewan akan dapat menyelesaikan masalah sampah yang tengah meresahkan masyarakat dan warga Tangsel. "Jadi bapak dan ibu jemaah MT Nirwana dan warga Tangsel jangan kita turut resah mari kita percayakan masalah ini ke aparat pemerintah dan dewan," tukasnya.
Ia berseloroh yang penting jangan menjadi sampah masyarakat dan soal sampah semoga ada titik penyelesaiannya. Arsyid juga mengimbau pihak RW dan RT pro aktif turut atasi masalah sampah. "Apalagi kan para pimpinan RT dan pimpinan RW mendapat gaji dari pemerintah," tukasnya.
Arsyid menambahkan seiring akan berakhirnya hikmah bulan Rajab dengan Isra Mi'raj memasuki bulan Syaban menuju Ramadan jemaah MT Nirwana dihimbau terus meningkatkan amal kebaikan.
Dalam kesempatan sama,Yayang Bachtiar senada menghimbau pimpinan RT dan RW dapat berpartisipasi atasi masalah sampah di Tangsel.Hemat dia pihak Pemkot Tangsel telah berupaya mengatasi masalah sampah ini. Namun ia mengingatkan ada tantangan yang tengah dihadapi Pemkot Tangsel yakni penolakan pengangkutan sampah di Serang dan Bogor. "Kami sebagai dewan terus berkordinasi dengan pihak Pemkot untuk solusi masalah sampah Tangsel ini," pungkasnya.(H-2)
Pemerintah seharusnya berkaca pada kualitas pelayanan publik sebelum menjatuhkan sanksi kepada masyarakat.
Mulai pekan ini, setiap KK yang sebelumnya menerima dua galon air mineral per minggu, kini akan mendapatkan empat galon air secara rutin selama satu bulan ke depan.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengungkapkan bahwa pembuangan sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) milik PT Aspex Kumbong di Cileungsi dilakukan dengan kuota 200 ton per hari.
Wali Kota TangselĀ memastikan pihaknya telah mengamankan kesepakatan pembuangan sampah ke wilayah Cileungsi untuk mengurai penumpukan.
Dalam tuntutannya, BEM UMJ mendesak Wali Kota Tangsel bertanggung jawab atas terjadinya penumpukan sampah, khususnya di wilayah Ciputat dan sekitarnya.
Sangat tidak adil jika warga kelas bawah yang paling terdampak buruknya layanan publik justru menjadi sasaran pendekatan represif.
Pemerintah seharusnya berkaca pada kualitas pelayanan publik sebelum menjatuhkan sanksi kepada masyarakat.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengungkapkan bahwa pembuangan sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) milik PT Aspex Kumbong di Cileungsi dilakukan dengan kuota 200 ton per hari.
Mulai Rabu (7/1/2026), Pemkot Tangsel telah menjalin kesepakatan untuk mengirimkan sebanyak 200 ton sampah per hari ke wilayah Cileungsi.
PEMERINTAH Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meluncurkan Rencana Capaian 100 Hari Tim Percepatan Pengelolaan Sampah sebagai langkah darurat mengatasi keterbatasan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved