Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Atasi Darurat Sampah, Pemkot Serang dan Tangsel Lanjutkan Kerja Sama senilai Rp122 M

Rahmatul Fajri
01/1/2026 16:03
Atasi Darurat Sampah, Pemkot Serang dan Tangsel Lanjutkan Kerja Sama senilai Rp122 M
TPSA Cilowong.(Dok. Antara)

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Serang resmi melanjutkan kerja sama pengelolaan sampah dari Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ke TPSA Cilowong. Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menegaskan bahwa keputusan ini diambil dengan prinsip kehati-hatian serta komitmen penuh untuk memprioritaskan kesejahteraan warga terdampak.

Dalam kesepakatan terbaru ini, Kota Serang diproyeksikan menerima total dana sebesar Rp122 miliar per tahun, yang terdiri dari bantuan keuangan khusus sebesar Rp65 miliar dan retribusi sampah sebesar Rp57 miliar. Budi menjamin dana tersebut akan dikembalikan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat.

"Kami mendengar suara masyarakat. Kekhawatiran soal dampak lingkungan dan kesehatan adalah hal yang wajar. Oleh karena itu, kompensasi ini kami prioritaskan untuk subsidi dan pelayanan kesehatan gratis agar warga merasa terlindungi," ujar Budi melalui keterangan tertulisnya, Kamis (1/1/2026).

Selain sektor kesehatan, dana yang nilainya melampaui anggaran jalan Dinas PUPR Kota Serang tersebut akan dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur langsung. Fokus pembangunan mencakup perbaikan jalan lingkungan, drainase pencegah banjir, pembangunan depo sampah, hingga renovasi sarana ibadah.

Secara teknis, Pemkot Serang juga melakukan langkah modernisasi di TPSA Cilowong guna menekan dampak bau dan pencemaran.

"Kami melakukan pengadaan alat berat tambahan dan membangun sistem pengolahan air lindi agar tidak mencemari permukiman. Kami juga menanam pohon penyangga di sekeliling kawasan agar lingkungan tetap asri," tambah Budi.

Budi mengungkapkan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari strategi besar menyukseskan Program Strategis Nasional (PSN) berupa Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Serang.

Saat ini, produksi sampah domestik Kota Serang baru mencapai 419 ton per hari, sementara mesin PSEL membutuhkan minimal 1.000 ton sampah per hari agar dapat beroperasi secara optimal menghasilkan listrik. Tambahan sampah dari Tangsel dinilai sebagai solusi untuk memenuhi kuota operasional tersebut.

"Kerja sama ini bukan memindahkan masalah, tetapi ikhtiar bersama agar pengelolaan sampah menjadi lebih modern. Dengan pasokan yang cukup, kita bisa mengubah masalah sampah menjadi energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat luas," pungkasnya. (H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik