Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS hilangnya tumbler Tuku milik seorang penumpang KRL Commuter Line membuat publik heboh. Insiden ini bahkan memicu isu liar soal pemecatan petugas KRL, yang kemudian dibantah oleh KAI. Di tengah ramainya perbincangan, banyak warganet penasaran: berapa sebenarnya harga tumbler Tuku?
Tuku dikenal sebagai brand kopi lokal yang juga memproduksi berbagai merchandise, termasuk tumbler dengan ragam ukuran, bahan, dan warna. Produk mereka tersedia di e-commerce seperti Shopee dan Tokopedia serta akun Instagram resmi @tokoserbatuku.
Tuku menyediakan beberapa varian tumbler yang umumnya berbahan stainless steel atau plastik, dengan kapasitas mulai dari 250 ml.
Berdasarkan informasi dari laman e-commerce Toko Serba Tuku di Tokopedia, harga tumbler yang digunakan penumpang Anita Dewi disebut berada di kisaran:
Rp225.000
Tumbler ini hadir dalam enam pilihan warna:
Namun, mengacu pada unggahan X yang viral, petugas KAI dikabarkan mengganti tumbler tersebut dengan harga sekitar Rp310.000 melalui Shopee.
Kasus ini berawal dari laporan kehilangan yang kemudian viral di media sosial dan menjadi sorotan publik.
Senin, 24 November 2025
Penumpang bernama Anita Dewi naik KRL rute Tanah Abang–Rangkasbitung pukul 19.00 WIB.
Pukul 19.40 WIB, ia turun di Stasiun Rawa Buntu dan menyadari cooler bag hitam berisi tumbler Tuku tertinggal di gerbong wanita.
Petugas KRL langsung melacak barang tersebut dan menemukannya. Foto bukti menunjukkan cooler bag dan tumbler masih dalam kondisi lengkap. Barang kemudian dititipkan ke Stasiun Rangkasbitung sesuai prosedur.
Selasa, 25 November 2025
Anita bersama suaminya, Alvin Harris, mengambil barang tersebut di Stasiun Rangkasbitung. Namun saat cooler bag dibuka, tumbler Tuku sudah hilang.
Merasa kecewa, Anita mengunggah keluhannya di Threads:
“TUMBLER TUKU-ku GONE atas ke-tidak tanggung jawab petugas PT KAI @commuterline.”
Unggahan tersebut langsung menjadi viral dan menyeret nama petugas PS KAI Commuter, Argi Budiansyah.
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan bahwa Argi tidak dipecat dan isu tersebut tidak benar.
“Enggak ada orang itu dipecat,” kata Bobby di Jakarta, Kamis (27/11). Ia tidak menjelaskan lebih jauh soal status pegawai tersebut.
Sementara itu, Karina Amanda, VP Corporate Secretary KAI Commuter, menegaskan bahwa barang bawaan merupakan tanggung jawab penumpang. Ketika tertinggal, proses pengambilan mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan.
Ia menambahkan bahwa penelusuran hilangnya tumbler masih berlangsung dan perusahaan mitra yang menaungi petugas layanan juga memastikan bahwa tidak ada pemecatan terhadap Argi. (P-4)
Ketersediaan tiket di wilayah Divre I Sumatera Utara sebenarnya masih mencukupi. Terlebih mulai tanggal 11 Maret atau sejak dimulainya masa angkutan lebaran
PT KAI Daop 1 Jakarta mencatat 103 ribu kursi masih tersedia untuk mudik Lebaran 2026 periode 11–20 Maret. Pemerintah juga memberikan diskon 30% untuk KA Ekonomi Komersial pada 14–29 Maret.
Hingga 14 Februari 2026 pukul 11.00 WIB, sebanyak 724.965 tiket untuk periode keberangkatan 13–17 Februari 2026 telah terjual dari total 825.133 tempat duduk yang disediakan.
KAI Daop 2 Bandung menyediakan total 67.510 tempat duduk selama lima hari masa angkutan libur panjang Imlek
Gandeng BMKG, PT KAI Pantau Cuaca Demi Keselamatan Perjalanan Kereta Api Masa Angkutan Lebaran 2026
KAI Daop 4 Semarang, Jawa Tengah, menyiapkan sebanyak 83.970 tempat duduk kereta api keberangkatan awal dari stasiun Daop 4 menjelang Tahun Baru Imlek.
Dalam video permintaan maaf yang beredar, keduanya mengaku sadar bahwa tindakan serta ucapan mereka telah menimbulkan kerugian bagi banyak pihak.
Kasus ini bermula dari unggahan seorang penumpang yang mengaku kehilangan tumbler Tuku miliknya setelah tertinggal di gerbong KRL.
Dalam unggahan videonya, mereka menyampaikan permintaan maaf kepada pihak yang dirugikan, khususnya Argi. Video permintaan maaf itu berdurasi 55 detik.
PT KAI Commuter menegaskan tidak melakukan pemecatan terhadap petugas yang diduga menghilangkan barang di dalam tas milik penumpang yang tertinggal di Commuter Line pada Senin (17/11).
Kasus hilangnya tumbler Tuku di KRL yang viral berujung pada pemecatan Anita Dewi oleh PT Daidan Utama. Simak kronologi lengkap, respons KAI, hingga fakta terbaru kasus tumbler tuku
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved