Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

BPBD Tingkatkan Kesiapsiagaan, OMC Awal November Efektif Reduksi Curah Hujan Hampir 50%

Mohamad Farhan Zhuhri
20/11/2025 13:54
BPBD Tingkatkan Kesiapsiagaan, OMC Awal November Efektif Reduksi Curah Hujan Hampir 50%
ilustrasi.(Antara.)

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menegaskan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem terus ditingkatkan, khususnya menjelang puncak musim hujan yang berpotensi memicu genangan dan banjir di wilayah ibu kota. Salah satu langkah antisipatif yang telah dijalankan ialah Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) bersama BMKG dan TNI AU sejak awal November.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji menyatakan OMC menjadi bagian penting dalam rangkaian mitigasi bencana hidrometeorologi. Ia menilai operasi yang terlaksana pada periode awal November berjalan efektif, meski untuk beberapa hari ke depan belum ada rencana penambahan operasi sambil menunggu evaluasi cuaca harian dari BMKG.

"Kami terus memantau perkembangan cuaca bersama BMKG. BPBD akan bertindak cepat apabila potensi cuaca ekstrem meningkat,” ujar Isnawa melalui keterangannya, Kamis (20/11).

OMC yang digelar pada 5–10 November 2025 berlangsung selama enam hari dengan total 14 sortie penerbangan dan durasi operasi 29 jam 24 menit menggunakan pesawat Casa 212-400/A-2114 milik TNI AU.

Total 11.200 kilogram NaCl disemai ke awan untuk menurunkan potensi curah hujan yang dapat memicu gangguan cuaca maupun banjir di Jabodetabek.

Evaluasi gabungan BPBD DKI, BMKG, dan TNI AU menunjukkan hasil signifikan. Operasi pada periode tersebut mampu menurunkan curah hujan sebesar 49,58% dari prediksi awal, menandakan efektivitas tinggi dalam menekan potensi hujan lebat di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Selain operasi udara, BPBD juga memperkuat kesiapsiagaan di lapangan dengan menerjunkan 267 Petugas Penanganan Bencana (P2B) ke seluruh kelurahan. Isnawa menegaskan langkah ini diperlukan untuk mempercepat respons dan meminimalkan risiko kerugian warga.

"Kami terus berkoordinasi lintas instansi untuk memastikan setiap langkah mitigasi berjalan optimal. Tujuan kami adalah menekan risiko genangan dan banjir, sekaligus menjaga keselamatan warga,” jelasnya.

Kolaborasi BPBD dengan PPSU, FKDM, LMK, pengurus RT/RW, serta Tagana juga terus ditingkatkan. Pemerintah Provinsi DKI memastikan setiap wilayah berada dalam kondisi siaga menghadapi potensi cuaca ekstrem yang dapat meningkat sewaktu-waktu. (Far/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik