Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
ARTIS Onadio Leonardo, dikabarkan ditangkap polisi terkait dugaan penyalahgunaan narkoba. Kabar penangkapan mantan vokalis Killing Me Inside itu dibenarkan oleh Direktur Reserse Narkoba (Dirnarkoba) Polda Metro Jaya Kombes Ahmad David.
"Benar (Onad ditangkap)," kata Dirnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Ahmad David saat dikonfirmasi, Jumat (31/10).
Namun, David belum menjelaskan detail terkait penangkapan Onad. Begitu pula barang bukti yang disita dalam penangkapan tersebut.
Ia hanya menyebutkan bahwa pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap Onad.
"Nanti akan diinfokan setelah pemeriksaan ya," tutur perwira menengah (pamen) polri itu. (P-4)
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, mengatakan surat rekomendasi resmi dari TAT BNNP DKI sudah diterima penyidik.
Artis Onadio Leonardo mengaku menyesal setelah ditangkap terkait kasus ganja. Polisi menyebut status sementara Onad adalah korban penyalahgunaan narkoba
Sebelumnya, Onad dan Beby ditangkap di sebuah perumahan di kawasan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan.
Polisi menyebut Onadio Leonardo alias Onad dinyatakan positif mengonsumsi narkoba jenis ganja dan esktasi setelah menjalani tes urine.
Polisi mengungkap kronologi penangkapan artis Onadio Leonardo alias Onad.
Fakta mengkhawatirkan mengenai infiltrasi narkoba yang kini telah menyusup ke berbagai sektor, mulai dari perkantoran, instansi pemerintahan, hingga lembaga pendidikan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba hingga ke tingkat desa.
Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai membongkar keberadaan clandestine laboratory atau pabrik narkotika ilegal milik jaringan internasional.
Rano menjelaskan bahwa Jakarta membutuhkan kebijakan yang mampu menyatukan aspek pencegahan, pemberantasan, penanganan, serta rehabilitasi.
Menjelang persidangan, Ammar Zoni tampak percaya diri. Ia bahkan menyatakan keyakinannya akan segera bebas dari jeratan hukum.
Di era Presiden Prabowo Subianto, perang melawan narkotika kini tidak lagi hanya bertumpu pada penindakan hukum, melainkan menempatkan penyelamatan generasi muda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved