Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PELAKU AS, 21, membunuh bosnya berinisial ALS, 64, di Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat, karena tersinggung dengan perkataan korban. Usai membunuh, pelaku mencuri uang puluhan juta yang ada di toko korban.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra mengatakan, uang yang pelaku curi senilai Rp 84.654.000. Uang itu kemudian digunakan untuk menginap di hotel tempatnya bersembunyi dan juga akan digunakan dalam rencana kaburnya ke Batam.
"Untuk uang yang digunakan pelaku selama menginap dan rencana akan berangkat ke Batam, itu menggunakan uang daripada hasil yang dibawa dari toko," kata Wira di Polda Metro Jaya, Selasa (3/6).
Wira menjelaskan, selain untuk pembiayaan hotel dan rencana kaburnya ke Batam, tersangka juga menggunakan uang itu untuk membeli ponsel serta untuk membayar sekolah adik tersangka.
"Uang Rp 20 juta yang digunakan pelaku itu sempat dibelikan handphone, yang sudah kita sita juga. Ada dua unit," ujarnya.
"Kemudian, ada juga uang yang sudah diberikan kepada keluarganya untuk biaya sekolah adiknya," sambungnya.
Diketahui sebelumnya, Polisi mengungkap motif dibalik AS, 21, membunuh bos sembako berinisial ALS, 64, di Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat. Tersangka membunuh bosnya itu karena tersinggung dengan perkataan korban.
"Motif daripada pelaku melakukan perbuatannya yaitu karena pelaku ataupun tersangka emosi dikarenakan tersinggung atas perkataan daripada korban," kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra di Polda Metro Jaya, Selasa (3/6).
Wira menjelaskan, kejadian itu terjadi pada Senin (30/5). Awalnya tersangka menemui korban usai merapikan barang-barang di toko untuk meminjam uang kepada korban. Namun, korban membalas dengan kata-kata yang menyinggung pelaku.
"Korban membalas dengan kata-kata yang menurut si pelaku mungkin kurang pantas, yaitu dengan kata-kata 'kamu kasbon terus, kerja malas, jarang masuk, banyak liburnya, gak kayak yang lain'," jelas Wira.
Akibat perkataan korban, tersangka pun merasa tersinggung. Oleh sebab itu, timbul rasa emosi pelaku sehingga melakukan penganiayaan terhadap korban hingga tewas.
"Pelaku tersulut emosi ataupun sakit hati sehingga pelaku melakukan ataupun timbul niat untuk melakukan perbuatan (penganiayaan) kepada korban," ujarnya. (H-3)
POLISI mengungkap motif di balik pembunuhan tragis yang terjadi di Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Sinar Mas Land membidik perputaran ekonomi dari belanja, okupansi hotel, dan agenda MICE lewat pembukaan ARTOTEL Living World Grand Wisata Bekasi pada Jumat (6/2).
Di tengah isu pelemahan daya beli, kelas menengah dinilai masih kuat. Hal ini mendorong realisasi investasi properti Rp1 triliun di Bekasi.
Pembangunan JPO tersebut dilengkapi dengan fasilitas lift dan tangga untuk memberikan kemudahan
KEPOLISIAN Resor Metropolitan Bekasi menetapkan seorang oknum anggota DPRD Kabupaten Bekasi berinisial NY sebagai tersangka dalam kasus dugaan pengeroyokan.
Perbaikan jalan dilakukan di sejumlah titik yang dianggap tingkat kerusakannya paling parah, sehingga mengancam keselamatan para pengguna jalan.
Dampaknya sangat dirasakan oleh para petani dan pedagang kecil yang kini kehilangan mata pencaharian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved