Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN deras di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Minggu (2/3) petang membuat Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa Kota Bogor mencapai 220 sentimeter atau berstatus Siaga 1 pada pukul 21.33 WIB. Pelaksana Bendung Katulampa Andi Sudirman menyebutkan debit air mencapai 514.659 liter per detik.
Namun, selang beberapa menit kemudian, TMA di Bendung Katulampa surut menjadi 160 sentimeter atau berstatus Siaga 2 pada pukul 22.15 WIB, dengan debit air 307.467 liter per detik.
Meski TMA Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa menurun, Andi mengimbau kepada masyarakat Bogor, Depok, Jakarta dan sekitarnya untuk mewaspadai potensi banjir lintasan di lingkungan masing-masing.
"Kepada warga yang berada atau tinggal di dekat aliran sungai, harap waspada akan potensi banjir lintasan," kata Andi.
Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPBD) Kota Bogor menginformasikan bahwa curah hujan tinggi yang terjadi pada Minggu petang mengakibatkan sejumlah wilayah terdampak banjir lintasan.
"Ada beberapa yang langganan banjir lintasan, sudah beberapa mulai surut. Seperti Kampung Bebek Kedunghalang," tulis Pusdalops BPBD Kota Bogor dalam keterangannya.
Sementara Camat Cisarua, Kabupaten Bogor, Heri Risnandar menyebutkan curah hujan tinggi di kawasan Puncak membuat beberapa aliran sungai di Cisarua meluap dan mengakibatkan banjir lintasan.
"Infonya ada jembatan yang putus, tapi nanti mau dipastikan dulu, seberapa parah," ungkap Heri.
15 personel iberjaga di lima kelurahan di Jakarta Timur mengantisipasi air kiriman dari Bogor setelah Bendung Katulampa Siaga 1
Bendung Katulampa sempat siaga 1. Masyarakat yang berada di bantaran Sungai Ciliwung untuk waspada khususnya untuk warga Jakarta kemungkinan limpasan air akan tiba di Jakarta pukul 06.30 WIB.
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan kondisi terkini genangan akibat hujan deras yang mengguyur ibu kota sejak Minggu (8/3).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat sedikitnya 18 titik banjir dan satu rumah roboh di sejumlah wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Bun Joi Phiau mengatakan banjir yang berulang hampir setiap tahun seharusnya sudah dapat diantisipasi dengan sistem pengendalian banjir
Peristiwa tersebut menjadi banjir kedua yang melanda wilayah itu sejak awal tahun 2026, dengan ketinggian air mencapai lebih dari empat meter.
BPBD Kota Tangerang menyatakan sebanyak sembilan wilayah kecamatan terdampak banjir dengan ketinggian 40 - 150 cm akibat tingginya intensitas hujan.
Hujan yang mengguyur wilayah Jabodetabek pada Sabtu (7/3/2026) malam hingga pagi, menyebabkan banjir di sejumlah titik jalan dan pemukiman penduduk.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved