Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Rano Karno menargetkan dalam satu tahun ini akan melakukan pengerukan seluruh kali dan sungai di Jakarta hingga satu juta meter kubik.
Hal itu diungkapkan Sekretaris Dinas Sumber Daya Air DKI Hendri. Hendri mengatakan tidak hanya sungai, pengerukan juga akan dilakukan pada waduk hingga embung.
"Seperti telah disampaikan Pak Wagub sebelumnya bahwa target pengerukan lumpur dan sedimen Dinas SDA tahun ini ialah sebanyak 1 juta meter kubik (m3) yang dilakukan tidak hanya di kali/sungai, melainkan juga di waduk/situ/embung di Jakarta," katanya melalui keterangan tertulis, Sabtu (1/3)
Ia menjelaskan, pengerukan akan dilakukan di 49 titik, khususnya pada 5 wilayah kota administrasi Jakarta. "Secara rinci, di Jakarta Utara 13 titik, Jakarta Timur 12 titik, Jakarta Barat 10 titik, Jakarta Pusat 8 titik dan Jakarta Selatan ada 6 titik," bebernya.
Lebih lanjut, ia juga mengungkap akan terus membersihkan saluran air yang ada di seluruh Jakarta. Kegiatan ini difokuskan pada tali-tali air yang tersumbat akibat tumpukan sedimen sehingga tidak mampu mengalirkan air dengan baik dan menyebabkan genangan.
"Untuk pembersihan ataupun pembongkaran dan perbaikan tali-tali air rencananya akan dilakukan seluruh kota administrasi Jakarta. Beberapa contohnya dapat dilihat di sosial media (Instagram) Dinas SDA, seperti di Jalan Daan Mogot Km 13, Cengkareng, Jakarta Barat; Jalan Salemba Raya (depan UI Salemba), Senen, Jakarta Pusat; Jalan Danau Sunter Utara, Jakarta Utara; Jalan Taman Mini I, Jakarta Timur," bebernya.
"Upaya optimalisasi saluran ini dilakukan agar tali-tali air dan saluran drainase berfungsi optimal, sehingga dapat mereduksi potensi banjir," pungkasnya. (Far/P-2)
Pelaksanaan OMC dilakukan secara terukur dengan merujuk pada data prakiraan cuaca terbaru.
BPBD DKI Jakarta melaporkan 10 ruas jalan dan 16 RT terendam banjir setinggi 10–70 cm akibat hujan deras sejak Sabtu malam (17/1/2026).
Pada pagi hari, seluruh wilayah Jakarta diperkirakan akan hujan ringan. Namun, potensi hujan petir sudah mulai muncul sejak pagi menjelang siang.
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
Transformasi digital ini merupakan komitmen nyata pemerintah dalam menjamin kedaulatan air di Ibu Kota
Pemerintah daerah akan berupaya menyelesaikan permasalahan bencana alam baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang agar kejadian yang terjadi tidak terulang.
Pemprov akan serentak mengeruk sedimen lumpur yang mengendap.
Pengerukan yang dilakukan dengan mengerahkan satu ekskavator tersebut setiap harinya bisa mengangkat hingga 15 meter kubik (m3) lumpur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved